Jika Masyarakat Kompak, Niscaya Kondisi Indonesia Membaik Bulan Depan

Jika Masyarakat Kompak, Niscaya Kondisi Indonesia Membaik Bulan Depan
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jika seluruh elemen masyarakat bergotong royong, memiliki disiplin yang kuat dan berkomitmen tinggi dalam penanganan COVID-19, diperkirakan kondisi Indonesia akan makin membaik pada Juni 2020.

"Komitmen kita kalau menjalankan ini dengan baik, Insya Allah pada Juni dan Juli 2020 semuanya sudah lebih baik lagi dibanding sekarang. Kita bisa mengendalikan secara maksimal sehingga bisa menuntaskan permasalahan ini dan hidup lebih lebih baik lagi dengan kondisi yang mengarah ke lebih normal," kata Yurianto, dilansir dari Antara, Selasa (5/5).

Yurianto menuturkan transmisi penularan lokal COVID-19 harus betul-betul diwaspadai. Penyakit ini tidak mengenal batas usia, golongan dan pekerjaan, sehingga semua orang berisiko tertular dan juga menular ke siapapun.

Untuk itu, sambungnya, seluruh masyarakat harus bersatu dan bersama-sama mengendalikan dan menangani COVID-19.

"Kami mengingatkan bahwa COVID-19 hanya dapat dicegah dengan disiplin yang kuat dan dengan semangat gotong royong yang tidak terputus," imbaunya.

Yurianto mengajak masyarakat agar tetap tinggal di rumah, tidak bepergian dan tidak mudik karena potensi penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat terjadi selama bepergian atau mudik. Ketika tertular, maka berpotensi menularkan kepada keluarga dan warga di kampung halaman.

"Kita tidak bisa memberikan jaminan keamanan sepanjang perjalanan mudik. Sangat mungkin kita akan kontak dekat dengan orang tanpa gejala saat di kendaraan umum misalnya saat di terminal, di stasiun, di area istirahat, jika menggunakan jalan tol atau di tempat-tempat umum lainnya di sepanjang perjalanan," ujarnya.

Yurianto mengatakan pandemi COVID-19 adalah masalah dunia bukan hanya masalah 12 negara, 12 provinsi atau 12 kabupaten. Namun COVID-19 adalah masalah bersama dan semua orang berisiko tertular.

"Ini masalah bersama. Oleh karena itu mutlak untuk kita pahami sehingga tidak ada lagi yang mengatakan bahwa saya aman karena saya berada di tempat yang tidak ada kasus, saya merasa tidak aman karena saya berada di tempat yang banyak kasus, semua memiliki kemungkinan yang sama," tuturnya.

Oleh karena itu kehati-hatian harus dilaksanakan secara bersama-sama. Seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dalam penanganan COVID-19 dan mengikuti seluruh arahan pemerintah.

"Kita yakin dengan bergotong-royong melawan COVID-19 dan terintegrasi secara baik mulai dari pusat sampai ke desa, RT, RW sampai dengan keluarga maka kita bisa menghadapi ini dengan baik," ujarnya.

Yurianto juga meminta masyarakat agar menghilangkan stigma atau tidak mendiskriminasi orang yang sembuh dari COVID-19 dan tenaga kesehatan yang terjun dalam penanganan penyakit itu.

"Semua harus saling menghormati, menghargai, mendukung dan membantu," tukasnya.

(EAL)

Baca Juga

Rekomendasi