Ketum PAN Zulkifli Hasan saat berada di Istana Maimun, Medan. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menanggapi pernyataan yang terkesan kontroversial dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang ketimpangan ekonomi umat. Pernyataan yang beredar di publik itu disampaikan JK dalam acara Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Istiqlal secara virtual (20/10).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyebut pernyataan JK sebagai otokritik.
“Kita menyikapinya harus sebagai otokritik. Memang sensitif dan bisa memicu kecemburuan, tetapi kalau diubah jadi energi positif, kecemburuan itu penting untuk memulai persaingan. Umat Islam harus bangkit," ujar Zulhas di sela-sela pidato yang disampaikannya dalam Rapat Konsolidasi Eksekutif PAN, DPW dan DPD se-Sumatera Utara di Medan.
Zulhas sapaa akrab Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kunci kemajuan ekonomi umat adalah membangun ilmu pengetahuan dan keterampilan. “Tadi saya diajak ke Istana Maimun, lalu salat zhuhur di Masjid Raya Al-Mashun. Saya kira ini peninggalan Kesultanan Deli yang luar bisa. Indah dan megah pada zamannya. Tapi menurut saya ada yang kurang, harusnya dibangun juga kampus, universitas, itu kunci kemajuan," jelasnya.
Zulhas berpesan kepada seluruh kader PAN untuk ikut terlibat membangun ilmu pengetahuan dan keterampilan.
“Kita harus belajar dari sejarah. Jangan hanya bangun istana, bangun masjid, tempat ibadah, tapi juga bangun kampus, universitas, pusat-pusat pendidikan. Itu penting sekali. Saya kira ini jawaban untuk kegelisahan Pak JK dan lainnya itu. Pak JK sendiri juga sudah lakukan, beliau yang ikut menginisiasi berdirinya Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)," tutupnya.
(BR)