Keluarga Bisa Pantau Kondisi Jemaah Sakit Lewat Aplikasi TeleJemaah

Keluarga Bisa Pantau Kondisi Jemaah Sakit Lewat Aplikasi TeleJemaah
Keluarga Bisa Pantau Kondisi Jemaah Sakit Lewat Aplikasi TeleJemaah (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mekkah - Jumlah jemaah haji Indonesia yang dirawat di Tanah Suci masih cukup tinggi. Berdasarkan data, Hingga Sabtu (15/7) pukul 10.50 Waktu Arab Saudi (WAS) masih dirawat mencapai 356 orang.

Mereka dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 145 jemaah, dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) sebanyak 211 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, M Imran menuturkan, keluarga di Indonesia bisa memantau perkembangan atau update kondisi jemaah haji yang dirawat di Tanah Suci, baik di KKHI maupun RSAS melalui aplikasi TeleJemaah.

Hasil visitasi yang dilakukan setiap hari oleh tim kesehatan PPIH Arab Saudi akan diinput ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) yang terkoneksi datanya dengan aplikasi TeleJemaah.

“Tim visitasi dari KKHI setiap hari melihat langsung kondisi jemaah haji yang dirawat di RSAS dan melakukan update data harian melalui aplikasi Siskohatkes dan terkoneksi langsung ke aplikasi telejemaah," ujar Imran.

Aplikasi ini merupakan inovasi yang telah digunakan di dua tahun terakhir penyelenggaraan haji. Aplikasi memuat informasi kesehatan dari seluruh jemaah haji sesuai nomor porsi.

Imran mengakui, pihaknya banyak menerima pertanyaan baik dari keluarga di Tanah Air maupun tenaga kesehatan haji kloter (TKHK) mengenai kondisi jemaah sakit yang dirawat di KKHI maupun RSAS.

Karenanya, aplikasi TeleJemaah dilengkapi dengan menu riwayat pemeriksaan yang di dalamnya akan memuat kondisi terkini yang diperoleh melalui kegiatan visitasi setiap harinya.

“Kami menerima banyak pertanyaan dari keluarga yang khawatir dengan kondisi jemaah haji terutama yang sakit dan dirawat di RSAS. Untuk itu kami sarankan keluarga jemaah haji untuk pantau melalui aplikasi ini," terangnya.

Lantas bagaimana cara mengoperasikan aplikasi TeleJemaah?

Aplikasi yang dibuat Pusat Kesehatan Haji (Puskes Haji) Kementerian Kesehatan ini tersedia di PlayStore sehingga memudahkan bagi jemaah maupun keluarganya meng-instal di telepon seluler (ponsel) berbasis Android.

Setelah instal, keluarga dapat memasukkan nomor porsi jemaah terkait dan melakukan pemantauan melalui menu riwayat pemeriksaan. Menu riwayat pemeriksaan ini mencakup seluruh histori jemaah haji sakit yang mendapatkan perawatan di KKHI, Poskes, hingga RSAS selama penyelenggaraan ibadah haji.

Melalui menu ini juga, keluarga dapat mengetahui update harian jemaah haji dirawat di RSAS maupun KKHI yang meliputi kondisi terkini jemaah, status perawatan, hingga diagnosis dari dokter penanggung jawab.

“Keluarga bisa melihat apakah jemaah haji masih dirawat di RS atau sudah keluar melalui informasi alas an keluar," katanya.

Jika dalam informasi alasan keluar menunjukkan 'SEHAT', artinya jemaah haji tersebut sudah keluar dari perawatan fasilitas kesehatan. Namun jika informasi alasan keluar menunjukan 'NONE' artinya jemaah haji sakit masih dirawat inap.

Selain itu juga, menu riwayat pemeriksaan juga memuat informasi jika jemaah haji meninggal dunia. Dalam hal ini, menu ini akan memberikan informasi mengenai penyebab kematian hingga lokasi pemakaman.

“Bila jemaah haji dinyatakan wafat, update kondisinya juga akan terlapor juga di dalam aplikasi TeleJemaah melalui menu riwayat perawatan," tuturnya.

Melalui aplikasi ini, diharapkan tidak hanya petugas kesehatan yang dimudahkan memantau kondisi jemaah, namun juga keluarga yang berada di Tanah Air.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi