Analisadaily.com, Medan - Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan merupakan wujud komitmen nyata dalam memperkuat peran generasi muda sebagai kekuatan moral dan motor penggerak pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar, Frans Dante Ginting, dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut mengenai penyampaian usul inisiatif Ranperda Kepemudaan, Selasa (11/11/2025).
"Pemuda adalah lokomotif perubahan sosial dan kekuatan moral bangsa yang akan menentukan arah masa depan Sumut. Di tangan pemuda yang berkarakter, berilmu, dan berdaya sainglah cita-cita Sumut maju dan bermartabat akan terwujud nyata," ujar Dante di hadapan peserta sidang.
Menurut Dante, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sekitar 25 persen atau lebih dari 3,9 juta penduduk Sumatera Utara termasuk dalam kelompok usia 16-30 tahun.
"Ini menunjukkan seperempat populasi Sumut berada pada usia produktif. Potensi luar biasa ini, bila dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang berkelanjutan," ucapnya.
Namun, Golkar juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi kalangan muda, mulai dari tingginya angka pengangguran terbuka, penyalahgunaan narkoba, rendahnya partisipasi sosial-politik, hingga terbatasnya akses terhadap pendidikan dan lapangan kerja.
"Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan sektoral semata, tetapi memerlukan kerangka kebijakan daerah yang komprehensif, integratif, dan kolaboratif, agar pemuda dapat berkembang secara optimal," tuturnya.
Ia menyebut, Ranperda Kepemudaan juga memiliki dasar konstitusional yang kuat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28C ayat (1) UUD 1945, serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Fraksi Golkar turut menyoroti persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan di kalangan muda. Data menunjukkan, tingkat pengangguran usia 18-30 tahun di Sumut masih cukup tinggi.
"Kondisi ini menandakan potensi demografi muda belum tergarap optimal. Karena itu, Ranperda Kepemudaan harus mampu memberikan solusi konkret melalui pelatihan vokasi, akses permodalan usaha, serta kemitraan dengan dunia industri dan sektor kreatif," kata Dante.
Ia menegaskan, pemuda harus menjadi pelopor perubahan dengan menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan.
Di sisi lain, Fraksi Golkar juga menekankan pentingnya pembinaan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan era digital.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun program pelatihan kepemimpinan, pendidikan politik, serta kegiatan pembinaan nasionalisme bagi para pemuda.
"Membangun pemuda berarti membangun masa depan bangsa. Ranperda ini harus menjadi pijakan kuat untuk melahirkan generasi yang tangguh, produktif, dan berkarakter," ujar Dante.
Fraksi Golkar merekomendasikan agar pemerintah daerah menyusun data kepemudaan terintegrasi, membentuk Rencana Aksi Daerah Kepemudaan (RADP), memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), memperluas kewirausahaan pemuda, serta menyediakan alokasi anggaran khusus untuk program kepemudaan dalam APBD.
Selain itu, Ranperda juga diharapkan dapat memberikan penghargaan bagi pemuda berprestasi, memperkuat perlindungan dari bahaya narkoba dan pengaruh negatif digital, serta mengoptimalkan peran organisasi kepemudaan (OKP) sebagai mitra strategis pemerintah.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan-pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi kepemudaan-untuk menjadikan Ranperda Kepemudaan ini sebagai momentum kebangkitan generasi muda Sumatera Utara," ajaknya.
Mengakhiri pernyataannya, ia mewakili DPD Partai Golkar Sumut melalui Fraksi Golkar DPRD Sumut mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, atas penganugerahan gelar pahlawan nasional yang telah diberikan kepada Presiden kedua Indonesia, HM Suharto.
“Melalui kesempatan berbahagia ini, kami mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada 10 anak bangsa, salah satunya adalah Jenderal Besar TNI, Bapak H.M. Soeharto. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa pahlawannya,” katanya.
(NAI/NAI)











