Analisadaily.com, Aceh - Suasana RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang perlahan kembali hidup setelah lumpur setinggi betis orang dewasa menenggelamkan hampir seluruh ruang pelayanan. Di antara bau tanah basah dan sisa-sisa banjir yang masih menempel di dinding, deretan personel TNI dan Polri tampak bekerja tanpa henti. Mereka menyapu, mengeruk, dan mengangkut lumpur dari setiap sudut ruangan dari koridor hingga ruang perawatan yang sebelumnya kacau balau.
Di ruang farmasi, beberapa petugas dan relawan terlihat juga membersihkan alat-alat farmasi yang tercampur lumpur. Botol obat, peralatan medis, hingga rak-rak penyimpanan dibersihkan satu per satu. Tidak ada yang bekerja sendiri. Semua bergotong royong, saling mengangkat meja, dan memulihkan ruangan yang selama ini menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang.
Di tengah upaya pemulihan itu, Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, menjelaskan bahwa operasional rumah sakit belum sepenuhnya kembali. Sejauh ini baru beberapa unit yang kembali berfungsi, yakni Unit Gawat Darurat (UGD), ruang cuci darah, serta bagian farmasi.
“Yang sudah 100 persen siap itu UGD. Sedangkan ruang farmasi dan cuci darah sedang dalam proses finishing,” ujarnya.
Pemulihan layanan tidak hanya bertumpu pada tenaga lokal. Kementerian Kesehatan menurunkan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan beserta tim untuk membantu aktivasi UGD. Dukungan itu mencakup penyediaan alat radiologi X-ray mobile, perlengkapan medis, hingga tenaga kesehatan tambahan, mengingat 90 persen tenaga medis RSUD masih terdampak banjir.
“Untuk saat ini yang tersedia ada sekitar 20 tenaga medis. Kita butuh 50. Selain itu, proses pembersihan lumpur juga masih berjalan. Kita bersyukur TNI sudah membantu membersihkan rumah sakit ini,” tambah Andika.
Pada hari pertama layanan dibuka kembali, belum ada pasien yang datang. Personel TNI masih tampak hilir mudik membawa sekop dan selang air. Namun, dalam dua hari terakhir, sejumlah pegawai yang kondisinya mulai stabil sudah kembali bekerja. Bantuan tenaga dari relawan dan berbagai pihak lain terus mengalir.
Dengan kondisi sumber daya manusia yang belum pulih sepenuhnya, RSUD Muda Sedia memilih membuka layanan secara bertahap. Meski perjalanan pemulihan masih panjang, pemandangan gotong royong di rumah sakit itu menghadirkan harapan baru: RSUD Aceh Tamiang perlahan bangkit kembali.











