Direktur RSU HAMS Kisaran, dr Kurniady Sebayang. (Analisadaily/Arifin)
Analisadaily.com, Kisaran - Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupa alat kesehatan (alkes) Mamografi sebagai pendeteksi kanker payudara.
"Kita ada mendapat bantuan dari Kemenkes berupa alkes Mamografi sebagai pendeteksi kanker payudara," kata Direktur RSU HAMS dr Kurniady Sebayang kepada Analisa, Rabu (14/1/2026).
Lebih lanjut, dr Kurniady Sebayang menjelaskan bahwa alat Mamografi tersebut merupakan bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah diterima pada bulan Januari 2026.
"Kehadiran alat memografi sangat penting bagi RSUD HAMS untuk naik kelas dalam pelayanan diagnostik, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan berteknologi tinggi tanpa harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah," ujarnya.
Saat ini pihak rumah sakit sudah melakukan persiapan untuk pengoperasiannya setelah berbagai persiapan awal dilakukan mulai dari penyesuaian ruang pemeriksaan, sistem kelistrikan, hingga standar keselamatan agar pengoperasian yang sesuai regulasi.
"Selain itu, RSUD HAMS juga mempersiapkan tenaga operator khusus yang memiliki sertifikasi kompetensi. Para tenaga medis tersebut nantinya akan dibekali pelatihan khusus untuk memastikan alat dapat digunakan secara profesional, aman, dan akurat," kata Kurniadi.
dr Kurniady Sebayang menegaskan, kesiapan ini merupakan bentuk akselerasi jajaran direksi RSUD HAMS Kisaran di awal tahun 2026 dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.
"Rumah sakit daerah harus terus berakselerasi di tahun ini. Selain alat mamografi kita tahun ini juga ada alat CT Scan, serta alat radiologi portable khusus untuk pasien TBC. Kami berkomitmen memberikan pelayanan medis terbaik untuk masyarakat, seiring perkembangan teknologi kesehatan yang semakin maju," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran CT Scan, alat radiologi portable dan memografi diharapkan mampu mempercepat proses diagnosis, meningkatkan ketepatan penanganan, serta mengurangi beban rujukan pasien ke luar daerah.
Sebagai informasi, mamografi merupakan alat pencitraan medis khusus yang menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memeriksa jaringan payudara. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara dan berbagai kelainan payudara lainnya, bahkan sebelum muncul gejala klinis.
Melalui gambar detail yang dihasilkan, dokter dapat mengidentifikasi adanya benjolan, kalsifikasi, atau perubahan jaringan yang berpotensi menjadi kanker. Deteksi dini ini sangat krusial karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien secara signifikan.
(ARI/DEL)