Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda

Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda
Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan — Buat sebagian orang, traveling mungkin hanya sekadar hobi, bukan pekerjaan. Tapi bagi Handy Luo, traveling sebagai pekerjaan adalah mimpi yang sejak lama ingin ia wujudkan—meski sempat dianggap sebelah mata oleh orang sekitar.

Kini, Handy dikenal sebagai travel content creator asal Medan yang aktif membagikan cerita perjalanan lewat Instagram dan TikTok @handy_luo. Perjalanannya dimulai sejak 2019, saat ia mulai lebih serius mengeksplor berbagai destinasi sekaligus mengabadikan momen-momen tersebut dalam bentuk konten.

“Awalnya memang dari hobi. Saya suka jalan-jalan, terus kepikiran kenapa nggak sekalian didokumentasikan dan dibagikan,” cerita Handy. Dari situlah, ia mulai konsisten membuat konten dan membangun identitasnya di dunia digital.

Menariknya, perjalanan pertama Handy justru dimulai dari luar negeri. “Saya masih ingat perjalanan ke luar negeri pertama saya adalah ke Taiwan,” ujarnya. Pengalaman itu jadi titik awal yang membuatnya semakin penasaran untuk menjelajah negara lain.

Sejak saat itu, Handy semakin aktif traveling dan mulai tertarik mengangkat cerita lokal dari setiap tempat yang ia kunjungi. Mulai dari budaya, suasana kota, hingga sudut-sudut unik yang jarang terekspos.

“Setiap negara punya karakter yang beda. Dari pantai, gunung, hutan, sampai kota dengan gedung pencakar langit, semuanya punya kesan tersendiri. Thailand dan Jepang jadi salah satu yang paling berkesan buat saya,” katanya.

Bagi Handy, traveling ke luar negeri bukan hanya soal liburan, tapi juga membuka cara pandang baru. Ia jadi lebih sadar akan perkembangan dunia luar, sekaligus melihat bagaimana destinasi wisata bisa dikemas dengan baik.

“Setiap kali ke tempat yang menurut saya bagus, pasti ada kepikiran—semoga suatu hari nanti hal-hal seperti ini juga bisa diterapkan di Medan,” tambahnya.

Menurutnya, ia berusaha untuk konsisten menghadirkan visual yang rapi, estetik, dan terasa profesional. “Saya memang lebih suka cari angle yang berbeda. Misalnya bukan cuma tempat populer, tapi juga hidden gems atau hal-hal kecil yang jarang dibahas orang. Dan untuk editing, saya cukup detail supaya hasilnya tetap enak dilihat,” jelasnya.

Di balik konsistensinya hari ini, ternyata ada cerita perjuangan yang tidak banyak orang tahu. Handy mengaku sudah lama ingin menjadi travel content creator, namun sempat mendapat komentar miring dari lingkungan sekitarnya.

“Dulu sempat diolok-olok juga karena punya ambisi ini. Mungkin terlihat nggak realistis ya waktu itu. Tapi saya tetap jalanin aja, karena saya percaya ini yang saya suka,” ungkapnya jujur.

Alih-alih menyerah, hal tersebut justru menjadi motivasi bagi Handy untuk terus berkembang. Seiring waktu, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah dipercaya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Tourism Authority dari Malaysia dan Thailand.

Tak hanya itu, Handy juga pernah berkolaborasi dengan brand nasional seperti Traveloka dan AirAsia MOVE. Serta bekerja sama dengan berbagai jaringan hotel ternama seperti Marriott, Accor, Swiss-Belhotel, Santika, hingga ARTOTEL serta berbagai brand hotel dan lifestyle lainnya.

Kini, dengan lebih dari 20 ribu pengikut di media sosial, Handy terus aktif membagikan tips traveling, referensi destinasi, hingga pengalaman personalnya menjelajah berbagai tempat di dunia.

Buatnya, setiap perjalanan selalu punya cerita baru yang layak untuk dibagikan. “Traveling itu bukan cuma soal pergi ke tempat baru, tapi soal pengalaman dan perspektif yang kita dapat. Dan itu yang selalu bikin saya ingin terus jalan,” tutupnya.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi