Analisadaily.com, Medan - Apa jadinya jika aroma kopi yang akrab di keseharian warga Medan bertemu dengan bait-bait puisi? Jawabannya ada di Festival Musikalisasi Puisi "Kopi & Kepo".
Komunitas Medan Teater bakal menyajikan Festival Musikalisasi Puisi bertajuk "Kopi & Kepo" di Taman Budaya Medan pada 2-3 Mei 2026. Perhelatan ini mengangkat karya Hasan Al Banna, pemenang 3 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo 2023.
Founder Medan Teater, Munawar Lubis, menuturkan bahwa musikalisasi puisi menjadi pilihan dalam mengapresiasi puisi agar karya sastra lebih komunikatif, segar dan dekat dengan generasi muda.
"Bukan sekedar pembacaan teks yang begitu-gitu saja, festival ini mengusung misi menghidupkan kembali sastra melalui nada," tutur Sutradara Medan Teater itu dalam keterangannya, Sabtu, 18 April 2026.
Konser Musikalisasi Puisi 7 Keliling
Festival ini akan menyajikan konser musikalisasi puisi kelompok 7 keliling, lomba musikalisasi puisi dan sesi diskusi kreatif ngobrol buku dan ngobrol kopi. Pengunjung juga dapat menikmati ruang interaksi komunitas melalui area UMKM dan angkringan.
Direktur Festival, Fit Hartoyo akrab disapa Fitato, menjelaskan bahwa Medan Teater bersama 7 Keliling memposisikan puisi sebagai sesuatu yang melampaui makna teks semata.
"Puisi tak melulu bisa dinikmati dengan basis narasi. Kami percaya bahwa puisi bisa dijelajahi dengan instrumen, nada, hal-hal yang serupa," kata Fitato.
"Kopi dan Kepo juga kami pilih atas berdasarkan kurasi internal dan aspek pengakuan nasional. Kopi dan Kepo masuk dalam 3 Besar Buku Tempo 2023. Dan ya, untuk itulah kami mengadakan Konser Musikalisasi Puisi (muspus)," ucap Fitato menambahkan.
Pesta Apresiasi
Penyair Indonesia asal Medan, Sumatera Utara, Hasan Al Banna memandang festival ini sebagai pesta apresiasi terhadap karya sastra. Baginya, puisi-puisinya adalah respons terhadap realitas komunal.
"Dalam Kopi dan Kepo, saya hanya mencoba merespons kehidupan sebagai cerminan atau bahkan sebagai cermin bagi siapa pun. Bahwa perangkat bahasa yang saya gunakan terkesan menyodorkan tradisi (pantun) hanya sebagai media uji coba atau keyakinan saya bahwa tradisi tidak pernah benar-benar mati, bahkan sebenarnya menyimpan potensi ledak ulang," tutur Hasan.
Menariknya, kehadiran narasumber nasional, Beni Arnas, akan semakin memperkuat perspektif festival ini soal relevansi musikalisasi puisi di era modern.
Sementara itu, pihak penyelenggara, Isty menjelaskan soal harga tiket Konser Musikalisasi Puisi ‘Kopi & Kepo’ yaitu seharga Rp25.000/orang.
(DEL)











