BUKA PRODI: Rektor ITSI Dr Purjianto dan jajaran menerima SK perizinan pembukaan Prodi Magister Sosial Ekonomi Pertanian dari Kepala LLDikti Sumut Prof Syaiful Anwar di Medan, belum lama ini. (Analisa/AmadNugrahaPutra)
Analisadaily.com, Medan - Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) yang berada di Jalan Willem Iskander Medan, kembali menorehkan pencapaian strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan resmi dibukanya Program Studi (Prodi) Magister Sosial Ekonomi Pertanian.
Rektor ITSI Dr Purjianto, SE, MM di Medan, dalam keterangan di Medan, Kamis (23/4/2026) menyampaikan, pembukaan program studi ini merupakan wujud komitmen ITSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Ini juga menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan.
Izin pendirian program studi tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Nomor 265/B/O/2026, yang menandai pengakuan resmi pemerintah terhadap kesiapan ITSI dalam menyelenggarakan pendidikan jenjang magister. Penyerahan salinan Surat Keputusan Menteri tersebut dilaksanakan pada Senin (13/4) oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Prof Drs Saiful Anwar Matondang, MA, PhD didampingi Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah I Dr Rika Devi Yanti Nasution, SH, MH.
Momentum ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah dalam mendorong penguatan kelembagaan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
Surat keputusan tersebut diterima Rektor ITSI Dr Purjianto didampingi Wakil Rektor I Akademik ITSI Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si serta Kepala Biro Rektorat ITSI Marzuti Isra, SE, ME. Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur mewarnai prosesi penyerahan tersebut, yang sekaligus menjadi tonggak awal bagi ITSI dalam memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi berbasis perkebunan.
Prodi Magister Sosial Ekonomi Pertanian yang dibuka oleh ITSI dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi dinamika sektor pertanian dan perkebunan modern, khususnya industri kelapa sawit. Dengan kurikulum yang terintegrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan keberlanjutan, program ini diharapkan mampu melahirkan pemikir strategis, peneliti, dan praktisi yang mampu memberikan solusi inovatif bagi pengembangan sektor agribisnis di Indonesia.
Pembukaan program studi ini, jelas rektor, sekaligus menjadi momentum penting bagi ITSI untuk terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan industri. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, ITSI optimis Program Studi Magister Sosial Ekonomi Pertanian akan menjadi salah satu program unggulan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di tingkat nasional maupun global.
Dengan diterbitkannya SK terkait izin pembukaan Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Program Magister ini, Institut Teknologi Sawit Indonesia secara resmi membuka peluang besar bagi putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Dua (S2) mulai Tahun Ajaran 2026/2027. Kesempatan ini menjadi momentum emas bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengembangkan kapasitas akademik, memperluas wawasan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian dan perkebunan nasional.
Rektor ITSI mengajak seluruh calon mahasiswa untuk bergabung dan menjadi bagian dari generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global melalui pendidikan yang berkualitas, khususnya pada bidang perkebunan yang relevan dan berorientasi masa depan.
(AMAD/YY)