UDI Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Pakar AI dari Malaysia

UDI Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Pakar AI dari Malaysia
UDI Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Pakar AI dari Malaysia (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Universitas Deztron Indonesia (UDI) menggelar seminar internasional bertema Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan dan Inovasi dengan menghadirkan tiga visiting professor dari Malaysia. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UDI dalam memperluas wawasan global bagi sivitas akademika.

Seminar tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Wakil Rektor, para dekan, dosen, hingga mahasiswa. Kehadiran Prof. Emeritus Dr. Dato’ Kamarudin Hussin—pelopor sekaligus Rektor pertama Universiti Malaysia Perlis (UniMAP)—menjadi sorotan utama. Selain itu, turut hadir Datin Noridah, tokoh pendidik berprestasi dari Malaysia.

Rektor UDI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran para tokoh internasional tersebut membawa inspirasi besar dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, dan inovasi. “Kehadiran beliau selalu menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan, ekonomi, dan inovasi,” ujarnya.

Adapun tiga akademisi internasional yang juga dikukuhkan sebagai visiting professor UDI yakni Assoc. Prof. TS Dr. Hasyiya Karimah Binti Adli dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK), yang merupakan pakar kecerdasan buatan dan teknologi informasi; Prof. Madya Dr. Rabiah binti Abdul Khaidir dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), ahli sains lingkungan dan teknologi nano; serta Prof. Dr. Bibi Noraini Mohd Yusuf dari UniMAP, pakar sains komputer dan pengembangan kurikulum digital.

Rektor Universitas Deztron Indonesia, Prof Adjunct. Dr. Marniati., S.E., M.Kes menegaskan bahwa seminar ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional. “Seminar ini bukan hanya berbagi ilmu, tapi juga membuka peluang double degree, student mobility, dan kerja sama internasional. UDI kini bukan lagi kampus lokal, tapi jendela dunia yang menyiapkan lulusan kompetitif global,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, para narasumber juga menekankan bahwa Artificial Intelligence merupakan alat bantu manusia, bukan pengganti nilai-nilai kemanusiaan. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam penelitian dan menghasilkan karya nyata.

Kegiatan diharapkan dapat terjalinnya kolaborasi berkelanjutan, seperti riset bersama, publikasi internasional, dan program pertukaran mahasiswa antara UDI dan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi