Harga Bahan Pokok di Pangururan Fluktuatif, Tomat dan Bawang Merah Lokal Naik

Harga Bahan Pokok di Pangururan Fluktuatif, Tomat dan Bawang Merah Lokal Naik
Pasar Pangururan Samosir. (Analisadaily/Tety Naibaho)

Analisadaily.com, Pangururan - Perkembangan harga bahan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, dalam periode 29 April hingga 6 Mei 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil namun tetap diwarnai fluktuasi pada sejumlah komoditas utama.

Berdasarkan data pemantauan, beberapa bahan pangan mengalami kenaikan harga. Tomat naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, bawang merah lokal dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, serta gula pasir dari Rp17.500 menjadi Rp19.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beras premium dari Rp15.400 menjadi Rp16.000 per kilogram dan beras medium dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Selain itu, jagung pipilan kering meningkat dari Rp5.800 menjadi Rp8.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita dari Rp15.700 menjadi Rp16.000 per liter.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Cabai rawit hijau turun drastis dari Rp57.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting merosot dari Rp55.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras juga turun dari Rp30.000 menjadi Rp27.733 per kilogram, serta daging ayam broiler dari Rp45.000 menjadi Rp44.000 per kilogram.

Meski terjadi kenaikan dan penurunan pada beberapa komoditas, sebagian besar harga bahan pokok tercatat stabil.

Di antaranya udang basah (medium) tetap Rp110.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp15.000 per kilogram, tepung terigu protein rendah Rp10.000 per kilogram, tempe Rp15.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp57.500 per kilogram, tahu mentah Rp10.000 per kilogram, serta berbagai komoditas lain seperti ikan, susu, minyak goreng premium, dan bawang putih yang tidak mengalami perubahan harga.

Sementara itu, daging sapi murni tercatat berada di angka Rp150.000 per kilogram pada 6 Mei 2026. Beberapa komoditas lain seperti tepung terigu protein tinggi, susu bubuk Indomilk, minyak goreng curah, serta kacang kedelai belum memiliki data pembanding pada periode sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Ferdinand Sitanggang, menambahkan bahwa ketersediaan bahan pokok di daerah tersebut masih aman dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Menurutnya, penurunan harga pada komoditas seperti cabai dan telur ayam ras menjadi indikasi bahwa distribusi mulai membaik.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap lancar.

Masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah dinamika harga yang terjadi.

Secara keseluruhan, kondisi pasar di Pangururan masih terkendali, dengan fluktuasi harga yang dinilai wajar dan belum menunjukkan gejolak signifikan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, mengatakan bahwa fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh faktor pasokan.

“Kenaikan pada komoditas hortikultura seperti tomat dan bawang merah lokal umumnya disebabkan oleh kondisi cuaca dan distribusi,” ujarnya. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi