Evakuasi Dramatis 'Sang Raja Hutan': Orangutan Jantan 95 Kg yang Terisolasi di Langkat Berhasil Diselamatkan!

Evakuasi Dramatis 'Sang Raja Hutan': Orangutan Jantan 95 Kg yang Terisolasi di Langkat Berhasil Diselamatkan!
()

Analisadaily.com, Langkat – Suasana di Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, mendadak tegang pada Senin (4/5). Di tengah rimbunnya pepohonan di area Kebun Timbang Langsa, sebuah operasi penyelamatan nyawa berlangsung penuh risiko.

Tim gabungan BBKSDA Sumatera Utara dan HOCRU YOSL-OIC harus berhadapan dengan seekor "penguasa hutan" seberat 95 kilogram yang terjebak di tengah kepungan aktivitas manusia.

Bukan sekadar evakuasi biasa, misi ini adalah pertaruhan nyawa bagi satwa dan tim penyelamat. Kehadiran satu individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) jantan dewasa berukuran besar di lahan pemukiman telah menciptakan situasi genting. Perilakunya yang dominan dan tenaga yang luar biasa berpotensi memicu kepanikan massal warga yang bisa berakhir fatal bagi sang satwa.

Operasi dimulai dengan keheningan yang mencekam saat dokter hewan mulai membidikkan senapan bius. Jarak dan posisi satwa di atas pohon menjadi tantangan utama. Satu kesalahan kecil bisa membuat primata langka ini jatuh dari ketinggian yang membahayakan nyawanya.

Setelah obat bius bekerja, tim dengan sigap membentangkan jaring di bawah tajuk pohon. Detik-detik jatuhnya tubuh raksasa seberat hampir satu kuintal itu ke jaring evakuasi membuat jantung semua yang hadir berdegup kencang. Begitu mendarat, tim medis langsung bergerak kilat melakukan pemeriksaan fisik.

"Orangutan jantan ini sangat kuat dan dominan. Kami harus memastikan proses pembiusan dan penurunan berjalan sempurna tanpa luka sedikit pun. Beratnya mencapai 95 kg, kondisi yang sangat prima namun berisiko tinggi jika terjadi gesekan dengan warga," ungkap Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara Andar Abdi Saragih, S.Pd., M.Si., Kamis (7/5).

Drama belum usai. Usai dinyatakan sehat, sang "Raja Hutan" harus segera dipindahkan sebelum siuman sepenuhnya. Menggunakan kandang angkut baja, satwa ini dibawa menembus jalur perkebunan yang sulit menuju kawasan restorasi Cinta Raja di Taman Nasional Gunung Leuser.

Perjalanan darat yang dimulai pukul 17.00 WIB itu berlangsung lambat demi menjaga kenyamanan satwa. Tim baru tiba di lokasi tujuan pada pukul 21.00 WIB, membelah gelap malam hutan Langkat demi memastikan sang orangutan tiba di "rumah baru" yang lebih aman.

Pelepasliaran yang dilakukan pada Selasa (5/5) di area restorasi BBTNGL menandai akhir dari pengembaraan berbahaya sang jantan di lahan warga. Namun, tim penyelamat belum bisa bernapas lega.

Di lokasi awal, masih tertinggal seorang induk betina dan anaknya yang juga terancam terisolasi. Operasi dramatis gelombang kedua kini tengah dipersiapkan dengan tingkat kesulitan yang diprediksi lebih tinggi demi menyatukan kembali keluarga penguasa hutan ini di jantung Gunung Leuser.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi