RS Adam Malik Hadirkan Inovasi Baru: Microwave Ablation Pasien Mioma Tak Perlu Operasi Lagi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam layanan kesehatan di bidang Obstetri dan Ginekologi (obgyn), melalui Microwave Ablation untuk penanganan penyakit Ginekologi, seperti Mioma Uteri atau Fibroid dan Adenomyosis.
Dengan metode baru ini, pasien Mioma kini dapat ditangani oleh dokter spesialis Obgyn tanpa operasi pengangkatan rahim. Sehingga bisa sembuh lebih cepat.
Dokter spesialis Obgyn RS Adam Malik dr. Hanudse Hartono, M.Kes, Sp.OG(K) menyampaikan, selama ini penanganan Mioma Uteri dan Adenomyosis dilakukan dengan prosedur pembedahan.
“Kedua penyakit ini dapat diatasi dengan operasi pengangkatan tumor atau pengangkatan rahim. Tapi Alhamdulillah, kini telah dikembangkan teknologi baru untuk penatalaksanaan Mioma Uteri dan Adenomyosis melalui prosedur Microwave Ablation,” jelasnya di RS Adam Malik, Kamis (21/5/2026).
Kasus Mioma Uteri dan Adenomyosis, lanjutnya, merupakan tumor jinak pada otot rahim ini biasanya diderita pasien perempuan usia 30-50 tahun. “Mioma Uteri dapat menyebabkan gangguan haid yang berat, nyeri panggul, hingga masalah fertilitas atau kesuburan. Namun, sebagian besar Mioma tidak menunjukkan gejala. Tetapi ukurannya yang membesar dapat menimbulkan berbagai komplikasi,” terang dr. Hanudse.
Begitu pula dengan Adenomyosis yang mirip dengan Mioma Uteri. Di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Pertumbuhan ini menyebabkan rahim menebal dan membesar. Sehingga seringkali menimbulkan nyeri saat haid dan perdarahan, dengan gejala bervariasi.
“Microwave Ablation merupakan prosedur invansif minimal (dengan sayatan kecil) yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan Mioma Uteri, sehingga menyusut dan meredakan gejalanya. Cara kerja operasi ini, jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG), bisa melalui dinding perut ataupun transvaginal. Lalu energi gelombang mikro disalurkan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor tersebut,” papar dr. Hanudse.
RS Adam Malik sendiri pertama kali berhasil melakukan tindakan Microwave Ablation ini pada 12 November 2025, dengan pasien perempuan berusia berusia 48 tahun yang diketahui menderita Mioma sejak tahun 2017.
“Saya memutuskan operasi karena memang diameternya sudah di atas 10 cm. Kemudian, dilakukan tindakan Microwave Ablation. Alhamdulillah, sudah mulai merasakan lebih baik. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para tim dokter yang sudah membantu operasi saya," tutur Sri Wahyuningsih pasien tersebut.
Prosedur Microwave Ablation ini dapat menjadi harapan baru bagi pasien Ginekologi di Sumatera Utara dan sekitarnya. Karena kini operasi pengangkatan rahim tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien Mioma Uteri dan Adenomyosis.
“Metode Microwave Ablation ini menawarkan alternatif untuk mempertahankan uterus (rahim) dibandingkan operasi pengangkatan rahim. Dengan harapan, waktu pemulihan yang lebih singkat, gejala yang berkurang, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkas dr. Hanudse.
(MC/RZD)