Dapur Nelayan Terancam Mogok: Jeritan Warga Desa Cinta Rakyat Akibat Kelangkaan Solar

Dapur Nelayan Terancam Mogok: Jeritan Warga Desa Cinta Rakyat Akibat Kelangkaan Solar
Dapur Nelayan Terancam Mogok: Jeritan Warga Desa Cinta Rakyat Akibat Kelangkaan Solar (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deliserdang – Keresahan mendalam tengah menyelimuti masyarakat Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Sudah sepekan lamanya, Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU setempat mengalami kekosongan total.

Kondisi ini praktis melumpuhkan aktivitas perekonomian warga yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional.

Kondisi memprihatinkan tersebut mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang, H. Rakhmadsyah. Ia menyebut pasokan Solar yang tersendat telah membuat para nelayan tidak bisa melaut untuk mencari nafkah.

"SPBU Cinta Rakyat sudah seminggu kosong minyak solarnya. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi sebagian besar warga di sana adalah nelayan yang kapalnya murni bergantung pada Solar," ujar Rakhmadsyah kepada wartawan, Senin (25/5).

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, dirinya telah turun langsung berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat serta pihak manajemen pengelola SPBU guna mencari titik terang masalah tersebut.

Dari hasil konfirmasi dengan pengawas SPBU bernama Tono, terungkap fakta bahwa pihak pangkalan sebenarnya sudah melakukan kewajiban administratif berupa penebusan pasokan ke pihak Pertamina.

"Dari pengakuan Pak Tono selaku pengawas, mereka sebenarnya sudah menebus BBM Solar sebanyak 40 ribu liter ke pihak Pertamina. Namun, sampai sejauh ini barangnya belum juga dikirim dengan alasan kuota untuk SPBU tersebut sudah habis," jelas Rakhmadsyah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan dan jeriken milik warga kini terpantau mulai membeludak dan memadati area SPBU Cinta Rakyat. Warga bertahan di lokasi dengan harapan pasokan bahan bakar datang sewaktu-waktu.

Rakhmadsyah mendesak BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga segera memberikan solusi diskresi atau penambahan kuota darurat. Ia memperingatkan instansi terkait agar tidak menutup mata, mengingat situasi di akar rumput bisa memanas jika hak mendasar para pekerja pesisir ini diabaikan.

"Masyarakat sudah mulai ramai mengantre di SPBU. Kita sangat berharap ada solusi cepat dari pihak terkait sehingga Solar tidak sempat kosong berlarut-larut. Kalau sempat dibiarkan terus tanpa kejelasan, kita takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan," pungkasnya tegas.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi