Bersama Aliyah Rizq Farm Holding, Datok Delphi El Hazmih Pimpin Metar Qurban 5000 Ekor dan Raih Asean-Asia Record (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Deli Serdang – Kesuksesan pelaksanaan Metar Qurban 5000 pada perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Pesantren Yayasan Al Fatih, Palu Manan, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, tak lepas dari peran besar Datok Delphi El Hazmih gelar Datok Setia Bentara Kanan selaku Ketua Panitia.
Di bawah kepemimpinannya, kegiatan qurban akbar yang melibatkan 5.000 ekor hewan tersebut sukses digelar hingga meraih penghargaan internasional ASEAN Record dan ASIA Record.
Pelaksanaan qurban terbesar tersebut menjadi perhatian luas karena tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga mengangkat adat dan budaya Melayu dalam syiar Islam. Ribuan masyarakat hadir menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurban yang berlangsung tertib dan terorganisir.
Datok Delphi El Hazmih bersama jajaran panitia bekerja sejak jauh hari mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis, mulai dari distribusi hewan, sistem penyembelihan halal, pengolahan daging, hingga pendistribusian kepada masyarakat dan peserta qurban dari luar negeri.
Kegiatan monumental itu turut dihadiri langsung oleh YTAM Muhammad Fauzi, S.I.Kom., M.H selaku Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI beserta permaisuri, Bupati Deli Serdang yang diwakilkan Asisten I Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Drs. Zainal Abidin Hutagalung, MAP, CEO Aliyah Rizq Holdings Pte. Ltd., Datok Sri Mohamad Nor Ashraf gelar Datok Sri Abiasatiya Wira Negara Diraja KMBD, Syech Adnan Magharib, Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam dan Dakwah Al Fatih Datok H. Tasimin M.T gelar Datok Indra Sakti Diraja KMBD, Direktur The Herdsmen Pte. Ltd. Datok Sri Ridzwan Syed gelar Datok Sri Haluan Indera Wangsa Diraja KMBD dan, anggota DPRD Sumatera Utara Datok Fajri Akbar, S.H gelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD serta anggota DPRD Deli Serdang Datok Muhammad Adami Sulaiman, S.H., M.Ag gelar Datok Satria Cakra Wangsa Diraja KMBD.
Momen paling bersejarah terjadi saat Ketua Juri ASEAN Record, Ms. Gillian Ooi, menyerahkan langsung piagam penghargaan ASEAN Record dan ASIA Record kepada Aliyah Rizq Holdings Pte. Ltd atas pencapaian qurban 5.000 ekor hewan yang dinilai luar biasa di tingkat Asia Tenggara.
Sebagai Ketua Panitia, Datok Delphi El Hazmih dinilai berhasil mengoordinasikan seluruh unsur kepanitiaan yang terdiri dari Datok Perangkat, Datok Limpah Kurnia, Datok Timbalan, OK dan penghulu, para juru sembelih halal dari JuLEhA, perangkat Desa Hamparan Perak, AMBEAMBE, hingga relawan masyarakat.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar mulai dari Sholat Ied, penyembelihan hewan qurban, pengolahan daging, hingga distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam keterangannya, Datok Delphi El Hazmih mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan kegiatan tersebut. Ia menyebut capaian ASEAN Record dan ASIA Record bukan hanya keberhasilan panitia, tetapi juga kemenangan masyarakat Melayu dan umat Islam yang mampu menunjukkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial dalam skala internasional.
“Ini bukan sekadar tentang jumlah qurban, tetapi tentang persaudaraan, kebersamaan, dan syiar Islam yang dikemas dalam budaya Melayu,” ujarnya.
YTAM Tuanku Muhammad Fauzi turut memberikan apresiasi tinggi kepada Datok Delphi El Hazmih dan seluruh panitia Metar Qurban 5000. Menurutnya, keberhasilan acara tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kekompakan, dan semangat melayani umat mampu menghadirkan kegiatan berskala internasional dari Tanah Deli.
Ia berharap Metar Qurban dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat serta memperkuat persaudaraan serumpun Melayu lintas negara.
Kesuksesan Metar Qurban 5000 sekaligus mempertegas posisi Hamparan Perak dan Tanah Deli sebagai salah satu pusat pelaksanaan syiar Islam dan budaya Melayu yang mampu menarik perhatian dunia internasional.
Dengan raihan ASEAN Record dan ASIA Record, nama Metar Qurban 5000 kini resmi tercatat sebagai salah satu pelaksanaan qurban terbesar dan paling monumental di kawasan Asia Tenggara.
(REL/RZD)