Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menyambut jemaah haji yang tiba di Tanah Air. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Sebanyak 342 jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Setelah proses penyambutan, para jamaah diarahkan menuju aula penerimaan untuk mengikuti rangkaian acara serah terima dan penyambutan resmi.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah Nasution menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci Makkah.
"Alhamdulillah, jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal telah kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menuntaskan ibadah haji tahun ini," ujarnya.
Saipullah menjelaskan, dari total jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci, sebanyak 342 orang berhasil kembali ke daerah asal. Namun, satu jamaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
Jamaah tersebut diketahui bernama Isron bin Baitul Nasution, warga Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, yang tergabung dalam Kloter 06 KNO Embarkasi Medan.
Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap bersyukur karena secara umum pelaksanaan ibadah haji jamaah asal Madina berjalan lancar hingga proses kepulangan.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah memfasilitasi seluruh kebutuhan jamaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke daerah.
Menurutnya, fasilitas yang diberikan meliputi transportasi pulang-pergi, akomodasi, hingga konsumsi selama perjalanan yang seluruhnya dibiayai melalui anggaran daerah.
"Semua proses keberangkatan dan pemulangan jamaah difasilitasi pemerintah daerah sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Saipullah mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan haji pada masa mendatang. Hal itu menyusul adanya informasi dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mandailing Natal terkait rencana penambahan kuota jamaah haji Madina menjadi 800 orang pada tahun 2027.
"Pemerintah daerah akan melakukan persiapan yang lebih matang agar tidak ada kendala dalam proses keberangkatan jamaah pada tahun-tahun berikutnya," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Saipullah berharap seluruh jamaah yang telah kembali dapat meraih predikat haji mabrur dan mabrurah.
Ia menekankan bahwa pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci hendaknya menjadi bekal untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Prosesi haji dan umrah di Tanah Suci diharapkan dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial kepada masyarakat," tuturnya.
Bupati juga berharap para jamaah dapat menjadi teladan dengan menunjukkan sikap tawaduk, rendah hati, dan semakin taat kepada Allah SWT setelah menunaikan ibadah haji.
"Semoga seluruh jamaah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan mampu mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (RES)
(WITA)











