Imbas Pemadaman Listrik, Pipa Raksasa Tirtanadi Pecah Bikin 7 Kecamatan di Medan-Deliserdang Krisis Air

Imbas Pemadaman Listrik, Pipa Raksasa Tirtanadi Pecah Bikin 7 Kecamatan di Medan-Deliserdang Krisis Air
Imbas Pemadaman Listrik, Pipa Raksasa Tirtanadi Pecah Bikin 7 Kecamatan di Medan-Deliserdang Krisis Air (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Krisis air bersih melanda puluhan ribu pelanggan Perumda (PDAM) Tirtanadi di wilayah Kota Medan dan Deli Serdang sejak Selasa (8/6/2026).

Penyelidikan di lapangan menunjukkan bahwa pemadaman listrik bergilir yang melanda Sumatera Utara sejak Kamis (4/6) menjadi pemicu utama rusaknya mesin operasional dan pecahnya pipa distribusi utama Tirtanadi.

Sebanyak tujuh kecamatan dilaporkan mengalami kelangkaan air bersih total. Untuk wilayah Kota Medan, area yang terdampak meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, dan Medan Maimun. Sementara untuk wilayah Kabupaten Deliserdang, dampak terparah dirasakan warga di Kecamatan Delitua dan Percut Sei Tuan.

Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa minggu terakhir memberikan tekanan kejut yang merusak komponen vital pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM).

"Penyebab matinya air di IPAM Deli Tua ini salah satunya adalah kerusakan dari mesin-mesin kita. Karena beberapa minggu terakhir sering sekali terjadi pemadaman listrik yang berulang kali, sehingga banyak komponen dari mesin-mesin kita yang terganggu dan rusak," ujar Ardian saat meninjau langsung lokasi perbaikan di Jalan Purwo, Kecamatan Delitua, Rabu (10/6).

Tak hanya merusak komponen mesin, ketidakstabilan arus listrik dari pemadaman berkali-kali tersebut memicu terjadinya turbulensi hebat di dalam jaringan pipa distribusi air bawah tanah. Akibatnya, pipa utama berdiameter raksasa mengalami pecah di beberapa titik.

Ardian mengakui bahwa kerusakan jaringan pipa di jalur Delitua merupakan salah satu yang terparah karena melibatkan pipa utama berukuran besar.

"Itu yang paling berdampak karena memang pipanya harus kita ganti, pipanya itu pecah dengan diameter berukuran 1.000 milimeter. Namun, beberapa titik yang lain sudah dapat diperbaiki secara normal," ungkap Ardian.

Demi memaksimalkan perbaikan, PDAM Tirtanadi mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan total proses produksi air bersih pada hari ini, Rabu (10/6). Langkah ini terpaksa dilakukan agar tim teknis dapat fokus memperbaiki keseluruhan kerusakan sistem secara bersamaan.

Manajemen Tirtanadi memperkirakan seluruh proses perbaikan komponen mesin dan penyambungan pipa raksasa yang pecah akan rampung paling lambat Kamis (11/6). Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar selama proses normalisasi tekanan air berlangsung.

"Mudah-mudahan hari ini (Rabu) kita bisa menyelesaikan semua itu, dan diharapkan besok (Kamis) siang atau sore hari air sudah bisa hidup kembali secara normal," pungkas Ardian.

Selama pasokan air dihentikan total, warga di tujuh kecamatan terdampak diimbau untuk menghemat sisa cadangan air yang ada dan memanfaatkan bantuan armada mobil tangki gratis yang disiagakan oleh Perumda Tirtanadi di titik-titik krisis.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi