Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi dr Benny Purba (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi, dr Benny Purba, Kamis (11/6) mengatakan, sangat membutuhkan kehadiran psikiater.
Dijelaskan, psikiater diperlukan guna menangani pasien stres. Kalau dicermati, angka stres di daerah ini terbilang tinggi. Puncaknya, bila tidak terkendali, seseorang bisa bertindak di luar kewajaran.
“Kalau beban pikiran tidak terkontrol, seseorang bisa bunuh diri,” kata Benny.
Padahal, bila saja tersedia tenaga psikologi, niat itu bisa dicegah. Kenapa? Seorang psikiater akan menawarkan solusi dari ragam masalah disertai privasi.
“Jika saja ada psikolog di rumah sakit, mungkin warga akan menyampaikan keluhan dan mendapatkan solusi dari ahli. Kemungkinan besar, seseorang membatalkan niat jalan pintas,” kata Benny.
Diterangkan, di RSUD Sidikalang memang tersedia dokter spedialis jiwa. Namun, perannya beda dengan psikiater. Dokter spesialis jiwa lebih mengarah pada pemulihan secara obat dan therapi. Sementara psikiater, lebih ke pencegahan dan menawarkan ketenangan lahir bathin.
“Kita belum punya psikiater. Sesungguhnya butuh. Percaya atau tidak, banyak orang mengalami gangguan jiwa atau stres karena ragam persoalan. Begitu tak punya uang padahal keperluan meningkat, saraf akan tegang,” kata Benny.
Dia prihatin dengan peristiwa yang menjadi sorotan belakangan ini. Yakni adanya pelajar gantung diri dan seorang pemuda nekat minum racun.
“Andai saja kita punya psikiater, mungkin masyarakat akan berkunjung untuk memperoleh jalan keluar dari ragam persoalan,” kata Benny.
Dia mencontohkan, peristiwa seorang pelajar meninggal bunuh diri karena tak sanggup membeli buku dan pena di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Kalau saja kepenatan disampaikan ke psikiater, pasti banyak jalan keluar. Semisal, petugas medis menginformasikan ke pimpinan rumah sakit lalu dibicarakan dengan Dinas Sosial.
Si anak bisa memperoleh alat tulis dan lanjut sekolah. Sebenarnya, tindakan preventif ada di Dinas Kesehatan.
Hanya saja, tentu biaya besar bila setiap Puskesmas merekrut psikiater. Mendingan dirujuk ke RSU.
(SSR/RZD)