Sempat Sapu Bersih Papan Bunga, Satpol PP Dairi Dianggap Membungkam Demokrasi

Sempat Sapu Bersih Papan Bunga, Satpol PP Dairi Dianggap Membungkam Demokrasi
Sempat Sapu Bersih Papan Bunga, Satpol PP Dairi Dianggap Membungkam Demokrasi (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Dairi kembali mamasang papan bunga yang sempat disapu bersih di depan Kantor Bupati di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Kamis (4/6).

Personel membawa papan bunga itu entah dari mana mempergunakan mobil operasional. Satu per satu, dipajang di depan kantor top manajemen.

Koordinator aksi Aliansi Petani Untuk Keadilan (APUK), Duad Sihombing menyebut, tindakan itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi.

“Tindakan itu membungkam demokrasi,” tandas Duad kepada wartawan.

Dijelaskan, mereka menggelar kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup. Itu dirangkai penolakan revisi Amdal PT Dairi Prima Mineral (DPM).

“Kita bikin pemberitahuan ke polisi. Jelas tertera dimana titik kumpul dan lokasi aksi. Kita menentang tambang seng dan timah hitam di Sopokomil Kecamatan Silima Pungga-Pungga,” kata Duad.

Menurutnya, Bupati Vickner Sinaga perlu menyampaikan klarifikasi. Kalau itu perintahkan, maka Bupati bisa dikategorikan anti kritik.

“Kalau pencabutan papan bunga ini bukan instruksi Bupati, Kadis Satpol-PP, Horas Pardede perlu dievaluasi,” kata Duad.

Sebelumnya, Horas mengatakan, tidak ada ijin pemasangan.

“Hari ini ada kunjungan Menteri. Bisa mengganggu,” kata Horas.

Lalu, apakah pajangan papan bunga saat acara Bupati sudah punya ijin? Horas tidak merespons.

Sementara itu, info dari Polres Dairi, unjuk rasa dimaksud sudah diawali surat pemberitahuan.

Seratusan lebih warga menggelar aksi termasuk lewat teatrikal. Mereka juga ‘mangandung’ (menangis lewat lantunan lagu sedih bernuansa Batak). Warga didominasi petani menentang kehadiran investor karena dinilai merusak lingkungan.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi