Mendukbangga Bagi-Bagi Bonus di Sidikalang, Ingatkan Usia Nikah Cegah Stunting (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)
Analisadaily.com, Sidikalang - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Mendukbangga), DR Wihaji membagi-bagi bonus kepada puluhan anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Kader Pos Yandu saat kunjungan kerja ke Kabupaten Dairi dipusatkan di Sidikalang, Kamis (4/6).
Bonus dimaksud berupa uang. Bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta kepada petugas yang menjawab pertanyaan.
“Apa yang dimaksud dengan stunting”, tanya Wihaji.
Awalnya, hadirin enggan menjawab. Hanya 1 orang angkat tangan. Perempuan itu menjelaskan namun belum sepenuhnya benar.
“Siapkan amplop,” kata Wihaji sembari memberi dana perangsang dimaksud.
Wihaji kemudian mengajukan pertanyaan serupa. Sejumlah kader Pos Yandu ramai-ramai ingin mendapat kesempatan. Wihaji pun kaget. Keberaniannya luar biasa walau salah.
Pertemuan berlangsung meriah dan seru lantaran pejabat itu memberi sinyal akan adanya amplop. Wihaji berdiri dan berdialog dengan kader layaknya seorang motivator. Tepuk tangan kerap mengisi acara.
Seorang perempuan berusia lanjut, tak sungkan mendekat Wihaji. Dia menerangkan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.
Dengan bangga, Wihaji menyerahkan amplop. Pada sesi berikut, Wihaji kemudian mengajukan pertanyaan lain diantaranya penyebab kurang gizi.
“Siapa yang kawin di bawah usia 19 tahun?” tanya Wihaji.
Seorang peserta angkat tangan dan mengakukan diri. Perempuan itu menyebut, anaknya sehat. Pun demikian, Wihaji mengingatkan bahwa perkawinan dini adalah salah satu penyebab stunting. Usia nikah ideal untuk perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
“Kehadiran saya di sini, untuk mendorong percepatan penanganan stunting,” kata Wihaji.
Dia menyebut, angka stunting di Dairi dan Pakpak Bharat masih tinggi. Di angka 29 dan 27 persen.
“Mungkin ada faktor alam. Dingin,” kata Wihaji.
Wihaji membenarkan, sosialisasi stunting memang berat. Terkadang dicuekin, kadang ditemui namu tak berada di rumah.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga dan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor dan para pejabat daerah menerima kunjungan menteri.
Anggot Komisi 2, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan pejabat teras lainnya turut mendampingi Wihaji.
Wihaji mengenakan pakaian adat Pakpak saat memasuki ruang pertemuan.
“Sudah cocok saya jadi orang Pakpak?” kata Wihaji.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perepuan Perlindungan Anak dan KB, Nitawaty Sitohang mengatakan, kedatangan Mendukbangga merupakan berkah bagi daerah ini.
(SSR/RZD)