Tim Dosen Fakultas Keperawatan USU Implementasikan Program PROJIWA Pada Siswa Terdampak Bencana (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Selatan – Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, tidak hanya merusak infrastruktur fisik sekolah. Namun turut menyisakan trauma emosional mendalam bagi para siswa.
Kondisi darurat memaksa anak-anak mengikuti proses pembelajaran di sekolah sementara atau tenda darurat dengan fasilitas minim. Keterbatasan ruang kelas yang panas dan bising, serta penggunaan meja pendek, menjadi stresor kuat yang mengganggu perkembangan kognitif dan psikologis anak.
Para guru di lapangan melaporkan munculnya gejala kecemasan akut, kemurungan, hingga kewaspadaan berlebih (hyperarousal) pada siswa. Terutama setiap kali cuaca mendung atau hujan mulai turun karena takut akan banjir susulan. Distres psikologis ini bermanifestasi nyata pada penurunan drastis konsentrasi belajar serta munculnya perilaku maladaptif di kelas akibat ketidakmampuan anak dalam memverbalisasikan rasa tidak aman mereka.
Merespons urgensi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) yang beranggotakan Dr. Wardiyah Daulay, S.Kep., Ns., M.Kep., Mahnum Lailan Nasution, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dina Rasmita, S.Kep., Ns., M.Kep., hadir mengimplementasikan program "PROJIWA" (Program Optimalisasi Kesehatan Jiwa) yang dilaksanakan Jumat, (1/5/2026).
Program pemulihan trauma berbasis keperawatan jiwa komunitas ini dirancang komprehensif menggunakan pendekatan Trauma-Informed Care.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi USU berkolaborasi aktif dengan pihak sekolah dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Angkola Barat sebagai mitra taktis komunitas. Sinergi ini bertujuan membangun jembatan pemulihan trauma yang kokoh antara lingkungan sekolah sementara dan rumah tangga melalui pola pengasuhan yang efektif (Family-Centered Care).
Intervensi taktis PROJIWA diawali dengan pelaksanaan skrining awal (pre-test) menggunakan instrumen standar Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) untuk memetakan derajat trauma pada aspek emosional (internalisasi), fokus kognitif (atensi), dan perilaku (eksternalisasi). Berdasarkan hasil pemetaan, tim keperawatan jiwa USU menerapkan kombinasi metode stabilitas emosi, dimulai dari pelatihan Teknik Grounding 5-4-3-2-1 dan latihan napas dalam (deep breathing exercise) untuk menstimulasi sistem saraf parasimpatis dan menurunkan kecemasan akut siswa secara instan.
Setelah stabilitas emosi anak tercapai, pemulihan dilanjutkan melalui modalitas Therapeutic Play (terapi bermain kelompok) yang dirancang dalam tiga tahapan integratif untuk mengaktifkan kembali fungsi psikomotorik dan atensi belajar anak. Meliputi Game Kotak Harapan untuk memetakan sumber kekuatan internal, Game Dor Boom sebagai stimulan motorik fokus konsentrasi, dan diakhiri dengan sesi Duta Harapan di mana siswa secara berani menyuarakan afirmasi positif di depan kelas guna memicu dukungan emosional yang solid antar-teman sebaya (peer-support).
Keberhasilan program PROJIWA ini dibuktikan melalui evaluasi pasca-intervensi (post-test) yang menunjukkan perbaikan status psikososial siswa secara signifikan dan objektif. Rekapitulasi hasil instrumen PSC-17 terhadap 111 siswa menunjukkan peningkatan jumlah anak dalam kategori status psikososial Normal dari 84,7% (94 anak) saat pre-test meningkat menjadi 91,0% (101 anak) setelah intervensi.
Sebaliknya, jumlah anak yang berada dalam kategori klinis berisiko gangguan psikososial berhasil ditekan dari 15,3% (17 anak) menjadi hanya 9,0% (10 anak). Berdasarkan uji komparatif statistik, diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang memberikan bukti empiris mutlak dan valid secara ilmiah bahwa Program PROJIWA berhasil mereduksi dampak psikologis negatif akibat bencana. Memulihkan resiliensi mental siswa, serta mengembalikan atensi kognitif mereka di sekolah.
Sebagai langkah keberlanjutan program, Tim Pengabdi USU merekomendasikan agar guru kelas mengintegrasikan teknik grounding secara rutin sebelum proses belajar mengajar dimulai di sekolah. Guna mengantisipasi kecemasan berulang, serta mengoptimalkan peran kader TP PKK dalam pemantauan kesehatan jiwa berbasis keluarga.
Guna mendukung penuh keberlanjutan tersebut, Tim Pengabdi USU menyerahkan bantuan konkret berupa 40 paket perlengkapan sekolah, alat bermain terapeutik, serta Modul Resmi PROJIWA kepada pihak mitra di Kecamatan Angkola Barat.
Melalui program ini, Universitas Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya Target 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan layanan dan mitigasi kesehatan mental berbasis komunitas di wilayah pasca-bencana.
(MC/RZD)