Teknologi Pupuk Bokashi Model Integrasi Zero Waste Berbasis Limbah Ternak dan Pertanian Tingkatkan Kemandirian Kelompok Tani Sanubari

Teknologi Pupuk Bokashi Model Integrasi Zero Waste Berbasis Limbah Ternak dan Pertanian Tingkatkan Kemandirian Kelompok Tani Sanubari
Tim Pengandian Pada Masyarakat foto bersama dengan kelompok Tani Sanubari saat menggelar pelatihan "Teknologi Pupuk Bokashi Model Integrasi Zero Waste Berbasis Limbah Ternak dan Pertanian Tingkatkan Kemandirian Kelompok Tani Sanubari". (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Timor Tengah Utara- Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan oleh dosen Universitas Timor melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim Pengabdian Universitas Timor melaksanakan kegiatan bertajuk "Penerapan Teknologi Pupuk Bokashi Model Integrasi Zero Waste Berbasis Limbah Ternak dan Pertanian Kelompok Tani Sanubari", pada , Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung antusias tersebut dipimpin oleh Marselinus Banu sebagai Ketua Tim, dengan anggota Josua Sahala dan Jefrianus Neonnub yang juga dosen Program Studi Peternakan Universitas Timor. Tim pengabdian juga mendapat dukungan aktif dari Mardit Nikodemus Nalle (dosen Program Studi Agribisnis) Universitas Timor, yang terlibat sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.

Lebih dari 20 anggota Kelompok Tani Sanubari mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang dengan pendekatan partisipatif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan pupuk bokashi berbasis limbah pertanian dan limbah ternak sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan kelompok tani.

Ketua Tim Pengabdian Marselinus Banu, menjelaskan bahwa konsep Zero Waste merupakan pendekatan yang memanfaatkan seluruh limbah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Menurutnya limbah yang selama ini dianggap sebagai sumber pencemaran lingkungan sesungguhnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang mampu memperbaiki kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Dalam kegiatan praktik, tim pengabdian terlebih dahulu memperkenalkan berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk bokashi. Bahan utama terdiri atas kotoran ternak sapi yang telah mengalami proses pengeringan, jerami padi, rumput kering, daun-daunan, sekam padi, dedak halus, serta limbah pertanian lainnya yang mudah diperoleh di sekitar lahan pertanian.

Seluruh bahan tersebut kemudian dipadukan dengan larutan aktivator yang terdiri atas EM4, gula merah atau molase, dan air bersih sebagai media untuk mempercepat proses fermentasi.

Setelah seluruh bahan disiapkan, peserta diajarkan teknik pencampuran yang benar agar komposisi bahan organik menjadi homogen. Kotoran ternak dicampurkan dengan limbah pertanian secara merata, kemudian disiram menggunakan larutan aktivator sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tingkat kelembapan mencapai kondisi ideal. Tim menjelaskan bahwa kelembapan bahan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses fermentasi.

Tahap berikutnya adalah proses fermentasi. Campuran bahan ditumpuk dan ditutup menggunakan terpal agar suhu serta kelembapan tetap terjaga. Selama masa fermentasi, peserta dilatih melakukan pembalikan bahan secara berkala untuk menjaga sirkulasi udara, mengendalikan suhu, dan memastikan seluruh bahan mengalami dekomposisi secara merata.

Fermentasi umumnya berlangsung selama dua hingga tiga minggu hingga menghasilkan pupuk bokashi yang matang, ditandai dengan warna cokelat kehitaman, bertekstur remah, tidak berbau menyengat, dan memiliki aroma khas tanah.

Selain memberikan pelatihan, Tim Pengabdian Universitas Timor juga menyerahkan bantuan berupa berbagai peralatan dan bahan penunjang pembuatan pupuk bokashi kepada Kelompok Tani Sanubari. Bantuan tersebut meliputi aktivator fermentasi, terpal, sekop, ember, alat pencampur, serta bahan pendukung lainnya yang diharapkan mampu mendukung keberlanjutan produksi pupuk organik secara mandiri oleh kelompok tani setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para anggota kelompok tani aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan limbah pertanian, teknik fermentasi yang tepat, hingga strategi penerapan pupuk bokashi pada berbagai komoditas pertanian. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran bahwa limbah peternakan dan pertanian bukan lagi menjadi permasalahan lingkungan, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Penerapan teknologi pupuk bokashi berbasis integrasi zero waste memberikan berbagai dampak positif bagi kelompok tani. Dari sisi lingkungan, teknologi ini mampu mengurangi penumpukan limbah ternak dan sisa tanaman yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan.

Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi pupuk organik yang aman dan ramah lingkungan. Dari aspek ekonomi, penggunaan pupuk bokashi mampu menekan biaya produksi karena petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pupuk anorganik yang harganya relatif tinggi. Pemanfaatan bahan baku lokal juga membuka peluang usaha baru melalui produksi dan penjualan pupuk organik, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani.

Sementara itu, dari aspek budidaya pertanian, pupuk bokashi berkontribusi dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan produktif. Dalam jangka panjang, penerapan teknologi ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Keberhasilan kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan secara langsung melalui praktik lapangan memberikan pengalaman nyata bagi petani sehingga inovasi yang diperkenalkan lebih mudah diterapkan sesuai dengan kondisi setempat.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Timor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Timor beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para reviewer yang telah memberikan berbagai masukan dalam penyempurnaan program, serta kepada para pendiri Universitas Timor yang telah meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian berharap Kelompok Tani Sanubari dapat menjadi contoh penerapan teknologi pertanian terpadu berbasis Zero Waste di Kabupaten Timor Tengah Utara. Dengan memanfaatkan potensi limbah peternakan dan pertanian secara optimal, kelompok tani diharapkan mampu mewujudkan sistem usaha tani yang lebih efisien, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi