Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Timor saat menggelar pelatihan bertajuk "Perkuat Produktivitas Ternak Lewat Program Integrasi Jagung–Sapi di Desa Atmen". (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Timor Tengah Utara- Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Timor kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program bertajuk "Pemberdayaan dan Integrasi Jagung–Sapi terhadap Peningkatan Produktivitas Ternak Sapi di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat".
Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, (11/7 2026), diikuti lebih dari 22 anggota Kelompok Tani Sanubari yang hadir dengan antusias untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam bidang peternakan.
Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Josua Sahala (dosen Program Studi Peternakan) selaku Ketua Tim, dengan anggota Marselinus Banu (Dosen Program Studi Peternakan), dan Mardit Nikodemus Nalle (Dosen Program Studi Agribisnis) Universitas Timor. Kolaborasi kedua program studi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis budidaya ternak, tetapi juga pada penguatan manajemen usaha dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat materi teknis, tim pengabdian turut melibatkan Bapak Jefrianus Neonnub, Dosen Program Studi Peternakan yang memiliki kompetensi yang sangat ahli di bidang nutrisi dan pakan ternak. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh lima orang mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Timor yang berperan aktif dalam mendampingi peserta selama pelaksanaan pelatihan dan praktik lapangan.
Program pengabdian difokuskan pada penerapan sistem integrasi jagung–sapi sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan rakyat. Melalui pendekatan ini, limbah hasil pertanian dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, sedangkan limbah peternakan diolah kembali menjadi pupuk organik sehingga tercipta sistem usaha tani yang saling mendukung, ramah lingkungan, dan berkelanjutan ucap Marselinus Banu yang miliki kompetensi dalam pengelolaan limbah hasil ternak.
Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan pembuatan pakan silase sebagai alternatif penyediaan pakan berkualitas, terutama pada musim kemarau ketika hijauan pakan mulai berkurang. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat silase, prinsip fermentasi, teknik pencampuran bahan, hingga cara penyimpanan yang benar agar kualitas pakan tetap terjaga.
Bahan baku silase yang digunakan berasal dari potensi lokal yang mudah diperoleh masyarakat, yaitu jerami jagung, daun gamal, daun lamtoro, batang pisang, pollard, daun pisang, dan tongkol jagung. Seluruh bahan dicoper hingga berukuran seragam, kemudian dicampur secara merata agar proses fermentasi berlangsung optimal.
Selanjutnya, campuran bahan disemprot menggunakan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) sebagai aktivator fermentasi. Setelah itu, bahan dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan, dipadatkan hingga tidak terdapat rongga udara, lalu ditutup rapat untuk menciptakan kondisi anaerob. Tim menjelaskan bahwa silase harus disimpan selama 21 hari agar proses fermentasi berlangsung sempurna sehingga menghasilkan pakan dengan aroma asam segar, tekstur yang baik, serta kandungan nutrisi yang tetap terjaga.
Selain pelatihan pembuatan silase, peserta juga mengikuti praktik pembuatan pupuk organik padat berbahan dasar limbah peternakan. Tim menjelaskan secara rinci tahapan pembuatannya, mulai dari pemilihan bahan baku, pencampuran, proses fermentasi, pengendalian kelembapan, pembalikan bahan secara berkala, hingga proses pematangan pupuk sebelum digunakan pada lahan pertanian. Teknologi sederhana ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme anggota Kelompok Tani Sanubari untuk menerapkan teknologi yang telah diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian ini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim Pengabdian Universitas Timor juga melaksanakan serah terima teknologi berupa alat dan bahan kepada Kelompok Tani Sanubari. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok untuk melanjutkan praktik pembuatan silase dan pupuk organik secara mandiri setelah kegiatan pengabdian berakhir. Penyerahan teknologi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Timor dalam memastikan bahwa transfer pengetahuan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Josua Sahala, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Timor dalam mendukung pembangunan peternakan yang berbasis potensi lokal. Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dan limbah peternakan sebagai pupuk organik merupakan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan peternak.
"Kami berharap ilmu pengetahuan, teknologi, serta peralatan yang telah diserahkan kepada Kelompok Tani Sanubari dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat mampu memproduksi pakan ternak secara mandiri, mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas ternak, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga petani," ujarnya.
Tim Pengabdian Universitas Timor menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan dan dukungan pendanaan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secara khusus, tim pengabdian juga menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada para pendiri Universitas Timor. Menurut tim, keberadaan Universitas Timor merupakan hasil perjuangan panjang yang telah membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Tanpa Perjuang Para Pendiri Universita Timor, kami tidak akan memiliki kesempatan untuk hadir di tengah masyarakat dan Berdampak nyata melalui kegiatan pengabdian seperti ini. Semangat, dedikasi, dan pengorbanan para pendiri menjadi inspirasi bagi kami untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Tim Pengabdian.
Melalui kegiatan ini, Universitas Timor kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, penerapan sistem integrasi jagung–sapi, pemanfaatan teknologi pembuatan silase dan pupuk organik, serta dukungan sarana yang telah diberikan mampu meningkatkan produktivitas ternak sapi, memperkuat ketahanan pakan, meningkatkan efisiensi usaha peternakan rakyat, dan mendorong terwujudnya pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat.
(YY)