Dari Medan Menuju Amerika, Jordan Lanjutkan Tradisi Juara Methodist-2 (analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Methodist-2 Medan. Salah seorang siswanya, Jordan Marselino Darma, dipercaya mewakili Indonesia sebagai anggota Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 dan dijadwalkan bertolak ke Chicago, Amerika Serikat, pada 22 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, Jordan bersama para pemain terbaik Indonesia telah menjalani training camp intensif dan scrimmage game di Jakarta pada 27 April–3 Mei 2026. Seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari seleksi dan persiapan menghadapi program pembinaan serta pertandingan di Amerika Serikat.
Pimpinan Yayasan Pendidikan Methodist-2 Medan, Pdt Paulus Subyanto, didampingi Kepala SMA Methodist-2 Medan Drs Kusno dan Kepala SMP Methodist-2 Medan Pdt Tommy Wijaya, SKM, MDiv, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas pencapaian Jordan.
"Prestasi Jordan menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Methodist-2 Medan. Ini membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkesinambungan mampu membawa siswa meraih prestasi hingga tingkat internasional," ujar Paulus di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Ia juga berpesan agar Jordan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkahnya selama menjalani pembinaan dan pertandingan di Amerika Serikat.
"Tetaplah melibatkan dan mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan, kesehatan, fokus, hikmat, dan kebijaksanaan. Teruslah bersyukur kepada-Nya sehingga setiap tahapan dapat dijalani dengan baik dan menghasilkan yang terbaik," pesannya.
Wakil Kepala SMA Methodist-2 Medan yang juga Tim Manager Basket Methodist-2 Medan, Drs Bob S Saragih, MSi, mengatakan keberhasilan Jordan semakin memperkuat tradisi panjang Methodist-2 Medan dalam melahirkan atlet basket berprestasi.
"Jordan menjadi pemain keenam dari Methodist-2 Medan yang terpilih dalam Tim Indonesia All-Star dan memperoleh kesempatan berlatih, belajar, serta bertanding di Amerika Serikat. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berlatih, berani bermimpi, dan mengejar prestasi setinggi-tingginya," katanya.
Sebelum Jordan, lima atlet Methodist-2 Medan yang telah mengikuti program Indonesia All-Star di Amerika Serikat adalah Freddy (2010), Angeline (2011), Vivian Kosasih (2013), Petrus Brando Turnip (2014), dan Valencia Calistan (2022).
Tradisi prestasi itu juga didukung oleh kualitas pembinaan yang konsisten. Coach Freddy Gorey bahkan pernah terpilih mengikuti Program Internasional ke Australia pada 2011 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pelatih basket Indonesia.
Keberhasilan Jordan, putra dari Budi Darma dan Lola Christine Nelwan, kembali menegaskan posisi SMA Methodist-2 Medan sebagai salah satu sekolah yang konsisten membina atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar mencetak juara, pencapaian Jordan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik bahwa setiap talenta dapat berkembang menjadi prestasi apabila diasah dengan disiplin, kerja keras, karakter yang baik, dan iman kepada Tuhan. Sekolah pun terus membuka ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang olahraga, akademik, seni, maupun bidang lainnya, sehingga mampu mengharumkan nama sekolah, Sumatera Utara, dan Indonesia di tingkat dunia. (js) (NAI)











