UMA - Pemko Binjai MoU Transformasi SDM dan Hilirisasi Inovasi

UMA - Pemko Binjai MoU Transformasi SDM dan Hilirisasi Inovasi
UMA - Pemko Binjai MoU Transformasi SDM dan Hilirisasi Inovasi (Analisadaily/istimewa)
Analisdaily.com, Binjai.- Universitas Medan Area (UMA) bersama Pemko Binjai melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU), dalam program kemitraan strategis terkait transformasi sumber daya manusia, tata kelola serta hilirisasi inovatif berdampak, sebagai rangka akselerasi pembangunan kota yang maju dan sejahtera.
Prosesi penandatanganan memorandum yang monumental tersebut, dipimpin langsung Rektor UMA, Prof Dr Dadan Ramdan, bersama Walikota Binjai, Drs H Amir Hamzah, di kantor Walikota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, belum lama ini.
Melalui payung kemitraan ini, UMA siap memosisikan diri sebagai penyedia solusi (solution provider) berbasis riset, inovasi, dan penguatan mutu SDM. Sementara Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bertindak sebagai fasilitator kebijakan sekaligus penyedia lokus implementasi inovasi di lapangan.
Adapun ruang lingkup kerja sama taktis ini mencakup tujuh sektor krusial, mulai dari program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) untuk putra-putri berprestasi dan ASN Kota Binjai. Pendampingan teknologi pertanian presisi untuk ketahanan pangan, hingga inkubasi bisnis dan legalitas HAKI/halal bagi UMKM melalui inkubator bisnis UMA.
Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga menyasar pada penerapan teknologi pengelolaan sampah zero waste, transformasi E-Government pelayanan publik. Termasuk juga audit organisasi merit sistem ASN, hingga intervensi lintas disiplin dalam percepatan penurunan angka stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Binjai.
Rektor UMA Prof Dadan Ramdan, menegaskan dari aspek kebijakan strategis institusi, MoU ini merupakan implementasi nyata dari rencana strategis UMA untuk mentransformasikan UMA menjadi Impactful Campus (Kampus Berdampak).
"Kami merancang kebijakan akademik yang tidak lagi menjaga jarak dengan realitas sosial, melainkan melompat langsung ke daerah untuk menyelesaikan tantangan rill di masyarakat. Melalui ketetapan formal ini, UMA membuka pintu selebar-lebarnya bagi ASN dan pemuda berprestasi Kota Binjai untuk menimba ilmu di jenjang Sarjana maupun Pascasarjana,"kata rektor.
UMA juga memastikan seluruh instrumen riset, keahlian SDM dosen, dan pendanaan internal yang dialokasikan dalam kerja sama ini, akan dikerahkan secara optimal untuk menjadi fondasi ilmiah yang mempercepat laju pembangunan di Kota Binjai.
Pada kesempatan itu, Walikota Binjai H Amir Hamzah memberikan apresiasi sangat tinggi atas inisiatif dan komitmen nyata yang ditunjukkan Universitas Medan Area dalam mendukung jalannya roda pemerintahan serta pelayanan publik.
“Kehadiran fungsi akademis dari UMA adalah berkah strategis bagi akselerasi pembangunan Kota Binjai. Membangun kota yang maju dan sejahtera tidak bisa dilakukan sendiri oleh birokrasi, melainkan butuh sentuhan teknologi terapan dan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi," kata Walikota.
Bahkan Pemko Binjai sangat terbantu dengan adanya program konkrit seperti pendampingan pertanian presisi, digitalisasi UMKM, hingga audit merit sistem pelayanan publik. Sinergi ini memastikan kebijakan yang diambil Pemko Binjai ke depan berjalan berbasis data (data-driven) dan kajian ilmiah yang matang.
Sebagai arsitek penggerak kemitraan di kampus, Kepala BIK UMA, Dian Fajar Prayoga, dalam siaran persnya (21/07/2026), menekankan komitmen ini dikunci dengan mekanisme monitoring yang ketat, demi menjamin hadirnya hasil yang terukur bagi kedua belah pihak.
“Kami memastikan MoU ini tidak akan menjadi sekadar dokumen di atas meja (paper-only), melainkan sebuah ekosistem kolaborasi berkelanjutan yang berorientasi ketat pada outcome (hasil berdampak).
"Kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen UMA terhadap pencapaian SDGs Desa dan IKU 3 (Mahasiswa Berkegiatan di Luar Kampus). Output jangka pendeknya adalah akselerasi program kota, namun outcome jangka panjangnya adalah lahirnya model kota percontohan (pilot project) berbasis inovasi hijau digital di Binjai yang digerakkan bersama oleh peneliti dan mahasiswa UMA,” pungkas Dian Fajar Prayoga. (MAA)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi