Kembalikan Kejayaan Madina, Pemkab - UMA Revitalisasi Komoditas Pisang Kepok

Kembalikan Kejayaan Madina, Pemkab - UMA Revitalisasi Komoditas Pisang Kepok
Bupati Madina Saipullah Nasution bersama Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan, Direktur Pascasarja UMA Prof Retna Astuti Kuswardani dan Kaprodi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis UMA,Prof Zulkarnain Lubis, foto bersama dalam rangkaian diskusi pane (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com , Medan - Revitalisasi komoditas pisang kepok melalui kerja sama pengembangan dengan Universitas Medan Area (UMA), diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Kabupaten Madina sebagai daerah penghasil utama buah beri ini.
Apalagi sejak tahun 2000, produksi pisang kepok di kabupaten ini terus turun drastis, dan sekarang justru tidak ada lagi akibat terdampak penyakit hama tanaman," ungkap Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution, saat menjadi keynote speaker, pada acara diskusi panel bertemakan "Pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan, integrasi perkebunan presisi dan manajemen rantai pasok pisang kepok", di Gedung MA-DIP UMA Medan, baru-baru ini.
Bupati menyebutkan lewat acara diskusi panel ini, turut dikaji secara akademisi tentang penyebab-penyebab kegagalan panen sekaligus mencarikan solusi, untuk mengembalikan keandalan produksi pisang kepok Madina yang terbaik secara berkelanjutan.
Seiring langkah kedepan, bersama UMA diharapkannya akan hadir teknologi agro industri terkait komoditas yang pernah menjadi primadona daerah ini. Termasuk juga dalam upaya mengembangkan daerah berbasis agro wisata di Kabupaten Madina.
Saat ini, kata Saipullah Nasution, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas empat hektare di Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat, sebagai lokasi percontohan (pilot project) pengembangan pisang kepok yang terbebas dari penyakit layu fusarium.
Tentunya MoU kerja sama antara Pemkab dan UMA, bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta menjadikan tanggungjawab bersama, agar program revitalisasi komoditas pisang kepok berhasil dan unggul. "Kami berkeyakinan hasil kerja sama dengan UMA ini bisa saling menguntungkan,"pungkas Bupati Madina.
Pada kesempatan itu, Direktur Pascasarja UMA, Prof Retna Astuti Kuswardani, menyampaikan pihaknya siap memberikan pendampingan penyuluhan dari hulu sampai hilir. Tentunya diharapkan bisa mewujudkan Kabupaten Madina sebagai pengembangan kawasan eco edu technopark.
"Karena di perguruan tinggi pendampingan yang kami laksanakan seperti ini merupakan bagian dari fungsi Tridarma, untuk membangun bersama kawasan Kabupaten Madina,"tambah Retna.
Pada kesempatan itu, Kepala Prodi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis UMA,Prof Zulkarnain Lubis, menegaskan bahwa MoU ini sudah berjalan. Dijadwalkan pada Oktober mendatang sudah bisa dimulai penanaman secara bertahap di lahan seluas empat hektare.
Terkait kerja sama revitalisasi komoditas pisang kepok ini, pihaknya hanya sebatas memberikan pendampingan dan konsultasi, terkait mengatasi permasalahan tanaman yang terkendala penyakit hama sejak 20 tahun silam di Kabupaten Madina.
Dalam kegiatan diskusi panel yang diselenggarakan Sabtu (25/07/2026), dibuka oleh Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan, dengan menghadirkan panelis Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis USU Prof Satia Negara Lubis, Guru Besar Agroteknologi UMA Prof Suswati dan pelaku Bisnis Ekpor Holtikultura, Mitra Sembiring. (MAA)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi