Debu Tebal dan Ancaman Jalan Rusak, Warga Sei Rampah Resah Aktivitas Truk Galian C Bebas Melintas

Debu Tebal dan Ancaman Jalan Rusak, Warga Sei Rampah Resah Aktivitas Truk Galian C Bebas Melintas
Debu Tebal dan Ancaman Jalan Rusak, Warga Sei Rampah Resah Aktivitas Truk Galian C Bebas Melintas (Analisadaily/Zainal Abidin)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Warga Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, melayangkan protes keras terkait bebasnya aktivitas truk dump pengangkut tanah galian C yang melintas di Jalan Ali Toa.

Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Selasa (4/8/2026), armada truk bermuatan berat tersebut tampak leluasa keluar-masuk kawasan permukiman warga tanpa hambatan berarti.

Menurut pengakuan salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, aktivitas pengambilan tanah tersebut diduga bersumber dari sebuah lokasi di samping masjid wilayah setempat.

Kendaraan-kendaraan besar itu terus-menerus lalu-lalang di depan rumah warga tanpa diketahui secara pasti ke mana muatan tanah tersebut dibawa.

"Kami lihat mobil keluar masuk dari samping masjid itu. Tapi kami tidak tahu tanahnya dibawa ke mana," ungkap warga tersebut.

Masyarakat sekitar kini diliputi rasa cemas akibat dampak buruk yang ditimbulkan oleh operasional kendaraan berat ini.

Selain dikhawatirkan memicu kerusakan parah pada badan jalan desa, polusi debu yang beterbangan juga menjadi momok tersendiri bagi kesehatan warga.

  • Kerusakan Jalan: Mobilitas truk bermuatan berat berpotensi mempercepat rusaknya struktur aspal atau badan jalan di Jalan Ali Toa.
  • Gangguan Kesehatan: Debu jalanan akibat lalu lalang truk masuk hingga ke dalam rumah warga, yang berisiko memicu gangguan pernapasan.
"Kami takut jalan jadi cepat rusak dan debunya juga sangat mengganggu, bisa masuk ke rumah dan berdampak bagi kesehatan," tambah warga dengan nada khawatir.

Melihat kondisi ini, masyarakat mendesak pihak berwenang dan instansi terkait di Kabupaten Serdang Bedagai untuk segera turun tangan.

Warga berharap ada peninjauan langsung di lapangan guna memastikan legalitas operasional galian C serta penertiban jalur lintasan agar tidak merugikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai izin dan aktivitas pengangkutan tanah galian C tersebut.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi