BI Perkuat Sirkulasi Uang Logam Melalui ULOS PATEN

BI Perkuat Sirkulasi Uang Logam Melalui ULOS PATEN
BI Perkuat Sirkulasi Uang Logam Melalui ULOS PATEN (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara memperkuat sirkulasi uang logam melalui Program ULOS PATEN (Uang Logam Sumatera Utara Pilah, Hitung, dan Edarkan).

Upaya tersebut ditandai dengan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Program ULOS PATEN. Program ini menjadi langkah BI dalam meningkatkan resirkulasi uang logam sekaligus mendukung ketersediaan Rupiah layak edar di masyarakat.

Deputi Kepala Divisi Pengelolaan Uang Rupiah, Hendra Wangsa, Selasa (11/8), mengatakan Bank Indonesia memiliki peran dalam menjaga kelancaran dan stabilitas sistem pembayaran, termasuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar melalui kerja sama dengan perbankan.

Menurutnya, optimalisasi resirkulasi uang logam perlu dilakukan untuk mempertemukan kebutuhan dan ketersediaan uang logam di masyarakat.

Untuk itu, KPw BI Sumut menginisiasi ULOS PATEN sebagai inovasi pengelolaan uang logam melalui proses pilah, hitung, dan edarkan. Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan supply dan demand uang logam di Sumatera Utara.

Implementasi ULOS PATEN menyasar satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain meningkatkan sirkulasi uang logam, program ini juga menjadi sarana edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Program tersebut juga diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day di Lapangan Merdeka Medan, 9 Agustus 2026. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyumbangkan uang logam minimal Rp10.000 dan mendapatkan hadiah menarik.

Uang logam yang terkumpul dalam kegiatan tersebut selanjutnya disalurkan kepada Masjid Baitul Ikhsan.

"Kecil nominalnya, besar maknanya," menjadi pesan yang diusung dalam pelaksanaan program tersebut.

Ke depan, ULOS PATEN akan dikembangkan melalui kanal koordinasi berbasis web untuk mendukung proses pelaporan dan pemantauan supply-demand uang logam.

Cakupan pengumpulan uang logam juga akan diperluas ke berbagai tempat, seperti rumah ibadah, koperasi, serta mitra potensial lainnya.

Keterlibatan perbankan akan turut diperkuat untuk mengoptimalkan penyerapan apabila terjadi kelebihan supply uang logam di masyarakat.

Melalui ULOS PATEN, KPw BI Sumut mendorong terbentuknya ekosistem sirkulasi uang logam yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi