Dosen Polmed Tingkatkan Produktivitas IRT Kue Kering di Langkat. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat - Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) dan Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) Berbasis Kimia Pangan untuk Meningkatkan Pengetahuan, Kepatuhan GMP, dan Produktivitas Industri Rumah Tangga Kue Kering di Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara”.
Tim dosen pelaksana PKM diketuai Devi Lestari, S.Pd., M.Si., dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri Polmed, dengan anggota Juli Novita Sari dari Departemen Kimia Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara, serta Amalia Rahmadani Ilham dari Program Studi D4 Manajemen Bisnis Polmed.
Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Polmed, yaitu Aprillo Hutahaean dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan Faya Zaskia Lubis dari Program Studi D4 Manajemen Bisnis, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan Industri Rumah Tangga (IRT) Kue Mak Zihan di Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat. Berdasarkan observasi awal, mitra masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain belum memahami prinsip GMP secara komprehensif, penerapan higiene personal dan sanitasi yang belum konsisten, penggunaan alat pelindung diri yang masih terbatas, serta pencatatan produksi yang belum terdokumentasi dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM Polmed memberikan pelatihan langsung kepada 10 peserta melalui pendekatan Participatory Action Learning yang mencakup tahapan observasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan implementasi GMP, penerapan teknologi tepat guna, monitoring, dan evaluasi.
Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui metode demonstrasi dan praktik langsung agar peserta dapat memahami prinsip-prinsip kimia pangan yang memengaruhi mutu produk sekaligus menerapkannya langsung di lahan produksi.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Nilai pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 54,0 menjadi 90,5 (p<0,001), serta kapasitas produksi bertambah sebesar 28% yang disertai penurunan produk gagal dari 12% menjadi 4%.
Program ini juga mendorong penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi dan sanitasi serta pencatatan produksi guna mendukung keberlanjutan usaha mitra.
Ketua Tim PKM, Devi Lestari, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa integrasi kimia pangan, pelatihan GMP, dan pendampingan langsung efektif meningkatkan kapasitas industri rumah tangga pangan secara terukur dan berkelanjutan. Kami ingin membantu pelaku usaha memanfaatkan potensi lokal sekaligus mewujudkan praktik produksi yang lebih higienis, efisien, dan berdaya saing,” ungkap Devi.
Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi model penerapan IPTEK tepat guna di masyarakat serta memperkuat sinergi antara Politeknik Negeri Medan dan pelaku industri pangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif berbasis pangan.(REL/WITA)











