STAI Syafah Natal Segera Mulai Kuliah Perdana, Pendaftaran Masih Dibuka

STAI Syafah Natal Segera Mulai Kuliah Perdana, Pendaftaran Masih Dibuka
STAI Syafah Natal Segera Mulai Kuliah Perdana. (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Natal - Kabar baik bagi masyarakat di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdul Fattah (STAI Syafah Natal) dijadwalkan menggelar perkuliahan perdana Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin, (7/9/2026) mendatang.

‎Menariknya, calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar masih memiliki kesempatan. Pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua masih dibuka hingga 31 Agustus 2026.

‎Hal tersebut disampaikan Ketua STAI Syafah Natal, Rahmuddin, S.Ag., M.Si, saat ditemui di Kampus Sementara STAI SYAFAH Natal, Jalan Syekh Abdul Fattah, Setia Karya, Kecamatan Natal, Selasa (18/8/2026).

‎"STAI Syafah Natal ini akan mulai perkuliahan pada Senin tanggal 7 September 2026 mendatang," ujar Rahmuddin.

‎Ia menjelaskan, pendaftaran mahasiswa baru sebelumnya telah dibuka melalui gelombang pertama yang berlangsung sejak 1 Februari hingga 31 Juni 2026.

‎Sementara itu, pendaftaran gelombang kedua dimulai sejak 1 Juli dan masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

‎"Alhamdulillah, pendaftaran gelombang pertama sudah dilakukan. Saat ini pendaftaran gelombang kedua masih dibuka, dimulai tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus 2026," jelasnya.

‎Perkuliahan perdana STAI Syafah Natal nantinya mengusung tema "Melangkah Bersama, Mengukir Sejarah, Mewujudkan Generasi Muda yang Agamis, Cerdas, Tangguh, Berakhlakul Karimah dan Berwawasan Kebangsaan."

Dosen Dua Program Studi Disiapkan

‎Rahmuddin memastikan persiapan tenaga pengajar untuk menyambut perkuliahan perdana juga telah dilakukan.

‎Menurutnya, STAI Syafah Natal saat ini membuka dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syariah (ES).

‎"Tenaga pengajar atau dosennya sudah kita persiapkan untuk kedua program studi yang ada di STAI Syafah ," katanya.

‎Sebanyak 12 dosen telah disiapkan untuk mengajar di dua program studi tersebut. Rinciannya, enam dosen untuk Program Studi PAI dan enam dosen untuk Program Studi Ekonomi Syariah.

‎Selain tenaga pengajar, terdapat unsur pimpinan yang terdiri dari ketua dan wakil ketua, serta satu orang yang menangani pangkalan data pendidikan tinggi (PD-DIKTI).

‎Rahmuddin mengatakan, para dosen dan unsur pimpinan tersebut direkrut dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang pendidikan Magister yang disesuaikan dengan kompetensi serta program studi masing-masing.

Pilihan Baru Masyarakat Pantai Barat Madina

‎Kehadiran STAI Syafah Natal diharapkan menjadi alternatif baru bagi masyarakat Pantai Barat Madina untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh ke daerah lain.

‎Masyarakat dari sejumlah kecamatan seperti Natal, Batahan, Sinunukan, Muara Batang Gadis, Lingga Bayu, Ranto Baek hingga Batang Natal kini memiliki pilihan perguruan tinggi yang berada lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

‎Kondisi tersebut dinilai dapat membantu masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang selama ini menghadapi kendala jarak dan biaya ketika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

‎Selain lokasi yang lebih dekat, STAI SYAFAH Natal juga menyiapkan skema pembayaran biaya kuliah yang diharapkan dapat meringankan mahasiswa.

‎Biaya perkuliahan dihitung berdasarkan semester sebagaimana sistem yang lazim diterapkan di perguruan tinggi.

‎Namun, pembayaran tidak harus dilakukan sekaligus. Pihak kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pembayaran dalam empat tahap.

‎Tahap pertama dilakukan pada Agustus 2026, tahap kedua Oktober 2026, tahap ketiga Desember 2026 dan tahap keempat pada Februari 2027.

‎Meski demikian, mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk membayar sekaligus tetap diperbolehkan melunasi biaya perkuliahan dalam satu kali pembayaran.

‎Dengan jadwal perkuliahan perdana yang semakin dekat, masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan di STAI Syafah Natal masih memiliki waktu untuk mendaftarkan diri hingga batas akhir 31 Agustus 2026. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi