STAI SYAFA Resmi Berdiri, Harapan Baru Pendidikan Tinggi di Pantai Barat

STAI SYAFA Resmi Berdiri, Harapan Baru Pendidikan Tinggi di Pantai Barat
STAI SYAFA Resmi Berdiri, Harapan Baru Pendidikan Tinggi di Pantai Barat (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah ( SYAFA) Natal menjadi babak baru bagi dunia pendidikan tinggi di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, diresmikan, Senin (7/9/2026).

Perguruan tinggi ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, karakter religius dan wawasan kebangsaan.

Perjalanan mendirikan STAI Syekh Abdul Fattah Natal bukanlah proses singkat. Gagasan pendirian kampus tersebut telah dirintis sejak 2022 hingga akhirnya YP2BM memperoleh izin pendirian dari Kementerian Agama RI melalui Keputusan Menteri Agama.

Ketua Umum YP2BM, Ir H Hasrul Hasan MM, mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama pendirian perguruan tinggi tersebut adalah masih terbatasnya akses pendidikan tinggi bagi lulusan SMA sederajat di kawasan Pantai Barat Madina.

Menurutnya, keberadaan STAI di Natal diharapkan dapat memberikan pilihan bagi generasi muda setempat agar tidak harus meninggalkan daerah hanya untuk memperoleh pendidikan tinggi.

"Tujuan besarnya adalah membentuk generasi muda yang cerdas, agamis, tangguh, berakhlakul karimah dan berwawasan kebangsaan," kata Hasrul.

Hasrul menyadari berdirinya sebuah perguruan tinggi bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, setelah izin diperoleh, tantangan berikutnya adalah bagaimana membangun tata kelola kampus, meningkatkan kualitas tenaga pengajar, menyiapkan sarana prasarana serta menjaga mutu pendidikan.

Pada tahap awal, STAI Syekh Abdul Fattah Natal membuka dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah.

YP2BM juga memiliki visi untuk mengembangkan program studi lain yang disesuaikan dengan potensi kawasan Pantai Barat Madina. Bidang pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata hingga pertambangan menjadi sejumlah sektor yang diproyeksikan dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Dengan demikian, kampus tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pendidikan agama, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan sumber daya manusia sesuai karakteristik dan potensi daerah.

Nama Syekh Abdul Fattah dipilih bukan tanpa alasan. Tokoh tersebut dikenal sebagai salah satu ulama besar yang berasal dari kawasan Natal.

Karena itu, kehadiran Sekolah Tinggi ini sekaligus diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan dan nilai-nilai keagamaan yang telah tumbuh di Pantai Barat Madina.

YP2BM ingin kampus tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk memperoleh pendidikan sekaligus membangun karakter.

Sebelumnya, sejumlah tokoh YP2BM juga menekankan pentingnya menjadikan STAI sebagai wadah pembentukan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual dan kepedulian terhadap bangsa.

Perjalanan STAI Syekh Abdul Fattah Natal kini memasuki tahapan operasional akademik. Pengurus YP2BM telah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan perkuliahan perdana.

Berdasarkan informasi, peresmian dimulainya kegiatan akademik STAI Syekh Abdul Fattah Natal dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026 yaitu bersamaan peresmian STAI di Gedung MTs NU Natal, Jalan Syekh Abdul Fattah Nomor 31, Desa Setia Karya, Kecamatan Natal.

Sebelumnya, YP2BM juga telah melantik Rahmuddin SAg MSi sebagai Ketua STAI Syekh Abdul Fattah Natal untuk masa bakti 2026-2030. Sejumlah pejabat struktural dan pimpinan program studi turut dilantik.

Dengan dimulainya kegiatan akademik tersebut, harapan besar kini berada di pundak pengelola kampus, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, alumni dan seluruh masyarakat Pantai Barat Madina.

STAI Syekh Abdul Fattah Natal diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih dekat bagi masyarakat Pantai Barat. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi