Ditempa TELADAN, Mikhael Tumbuh Menjadi Inspirator Muda

Ditempa TELADAN, Mikhael Tumbuh Menjadi Inspirator Muda
Sesi mengikuti pelatihan coaching sebelum menjadi mentor bagi TELADAN angkatan 2024 yang ada di block Career Preparation. (Analisadaily/istimewa )

Analisadaily.com, Medan - Bagi sebagian mahasiswa, masa awal perkuliahan adalah fase penuh pencarian. Beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun relasi, hingga memikirkan biaya pendidikan menjadi tantangan yang berjalan beriringan. Namun, bagi Mikhael Pandapotan Siregar, perjalanan itu justru menjadi pintu masuk menuju perubahan besar dalam hidupnya.

Lahir di Tebing Tinggi pada 5 Agustus 2000, Mikhael kini dikenal sebagai Talent & Development Executive di Evyap Sabun Indonesia. Di balik perjalanan kariernya, ada pengalaman berharga yang membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan, pengembangan diri, dan kontribusi kepada sesama melalui Program Kepemimpinan TELADAN dari Tanoto Foundation.

Saat pertama kali mendaftarkan diri sebagai peserta Program TELADAN, motivasi Mikhael terbilang sederhana. Ia ingin menemukan aktivitas bermakna selama menjalani masa kuliah sekaligus mendapatkan dukungan finansial untuk membantu perjalanan pendidikannya.

Namun, ia segera menyadari bahwa TELADAN bukan sekadar program beasiswa. Lebih dari bantuan pendidikan, program ini menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, memperluas wawasan, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

“Awalnya saya mencari aktivitas saat kuliah sekaligus bantuan finansial. Tetapi ternyata TELADAN memberikan jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan,” ujar Mikhael, Sabtu (22/8).

Menjadi mahasiswa baru sekaligus mengikuti rangkaian seleksi TELADAN menjadi tantangan tersendiri bagi Mikhael. Saat itu, ia masih beradaptasi dengan lingkungan kampus dan belum memiliki banyak teman untuk berbagi cerita mengenai proses seleksi.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Mikhael mengajak teman-teman semasa SMA untuk ikut mendaftar program yang sama. Kehadiran rekan seperjuangan membuat proses seleksi terasa lebih ringan karena mereka dapat saling berdiskusi dan memberi dukungan.

Pengalaman itu mengajarkan Mikhael bahwa perjalanan menuju sebuah tujuan akan terasa lebih mudah ketika dijalani bersama.

Selama mengikuti TELADAN, Mikhael mendapatkan berbagai pengalaman yang menurutnya sulit dihitung jumlahnya. Setiap rangkaian program menghadirkan cerita dan pelajaran berbeda.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika mengikuti program Lead Self. Dalam kegiatan tersebut, ia bertemu dengan penerima TELADAN dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang dan cerita perjuangan yang beragam.

Pengalaman lain hadir saat mengikuti program Lead Others. Mikhael bersama peserta lainnya diajak mengikuti berbagai aktivitas, program, hingga kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan.

Tidak hanya itu, saat aktif di Tanoto Scholars Association Medan, organisasi penerima beasiswa TELADAN dari Universitas Sumatera Utara, Mikhael mendapat kesempatan mengikuti workshop kepemimpinan dengan konsep perjalanan laut dari Jakarta menuju Surabaya.

Baginya, pengalaman tersebut bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang membangun hubungan, memahami keberagaman, dan belajar menjadi pemimpin yang mampu memberi dampak.

Menjalani perkuliahan sekaligus mengikuti program pengembangan diri tentu membutuhkan kemampuan mengatur waktu. Mikhael mengakui, manajemen waktu menjadi salah satu tantangan terbesar selama menjadi penerima TELADAN.

Ia menyiasatinya dengan membuat jadwal khusus untuk menyelesaikan aktivitas program, terutama pada waktu-waktu ketika tidak memiliki agenda perkuliahan. Selain itu, ia juga membangun komunikasi yang baik dengan dosen dan pihak fakultas agar dapat menyesuaikan jadwal ketika terdapat kegiatan TELADAN.

Dari proses tersebut, Mikhael belajar bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan dalam mengelola berbagai tanggung jawab.

Setelah menyelesaikan masa kuliah, manfaat TELADAN terus dirasakan Mikhael. Program tersebut membantunya memetakan arah karier dan membangun jejaring yang mendukung perjalanan profesionalnya.

Berlatar belakang pendidikan Psikologi dengan peminatan pendidikan, Mikhael memilih jalur karier di bidang learning and development, khususnya sebagai trainer. Pilihan tersebut sejalan dengan nilai yang ia dapatkan dari Tanoto Foundation, yakni “Pay It Forward”.

Menurutnya, ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang telah diterima akan memiliki makna lebih besar ketika dapat dibagikan kembali kepada orang lain.

Kini, Mikhael tidak hanya menjalani perannya sebagai profesional, tetapi juga kembali berkontribusi dalam ekosistem TELADAN. Ia dipercaya menjadi mentor pada block Career Preparation bagi penerima Program TELADAN angkatan 2024.

Baginya, menjadi mentor adalah salah satu cara untuk meneruskan kebaikan yang pernah ia terima.

“Pay It Forward mengingatkan saya bahwa apa yang sudah kita dapatkan akan menjadi lebih bermakna ketika kita membagikannya kembali kepada orang lain,” katanya.

Meski aktivitas sosialnya saat ini masih terbatas karena tuntutan pekerjaan yang banyak dilakukan di area remote, Mikhael tetap memiliki harapan untuk terus terlibat dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia berpesan kepada para alumni TELADAN agar terus menjaga semangat berbagi dalam setiap pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan.

Sementara bagi calon penerima Program Kepemimpinan TELADAN, Mikhael mengajak mereka untuk menikmati setiap proses yang ada.

Menurutnya, TELADAN bukan hanya tentang mendapatkan beasiswa, tetapi tentang perjalanan menemukan potensi diri, membangun jaringan, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Manfaatkan setiap momen dalam program TELADAN. Bagi saya, program ini adalah program yang mengubah hidup saya, dan saya percaya program ini juga dapat membawa perubahan besar bagi rekan-rekan lainnya,” pungkasnya.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi