KSL Suarakan Pentingnya Jaga Hutan dan Hewan Dilindungi (Analisadaily/Sudirman)
Analisadaily.com, Langsa - Komunitas Sahabat Leuser (KSL) kota Langsa, menyuarakan pentingnya jaga hutan dan tumbuhan-tumbuhan merupakan rumah bagi hewan-hewan yang dilindungi di Lapangan Merdeka Langsa, Minggu (23/8/2026).
Dikatakan, sebagai komunitas yang bergerak di bidang edukasi, fokus utama adalah berbagi pengetahuan dengan seluruh masyarakat, khususnya di wilayah sekitar Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Selain itu, sebagai masyarakat kota Langsa patut merasa sangat beruntung karena kota tercinta ini berada sangat dekat dan berbatasan langsung dengan benteng alam KEL yang memiliki sebuah warisan dunia tempat orang utan, gajah, badak, harimau dan berbagai satwa berharga untuk hidup harmonis.
"Orang utan bukan sekadar penghuni hutan biasa, karena hewan ini adalah 'petani alami' yang secara tak lelah menyebar benih dan merawat pepohonan. Dari pohon-pohon itulah lahir pasokan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah kita dan udara sejuk yang kita hirup setiap harinya,"ujarnya lagi.
Ditengah, sambung Aufa, melajunya informasi dan digitalisasi di media sosial saat ini, generasi muda di kota Langsa, ingin mengambil peran nyata melalui langkah-langkah edukatif dan persuasif.
"Kami percaya bahwa kepekaan terhadap lingkungan tidak harus selalu diwujudkan dengan aksi-aksi besar yang rumit, melainkan bisa kita mulai dari hal-hal sederhana di sekitar tempat tinggal kita. Serta mengajarkan rasa cinta alam kepada anak-anak sejak dini, menjaga kebersihan lingkungan pekarangan dan menghargai setiap pepohonan yang tumbuh di sekitar kita adalah pondasi awal untuk membangun kesadaran kolektif demi keberlanjutan masa depan kota ini," katanya.
Dia mengatakan, melalui kolaborasi ini kita ingin merangkul seluruh lapisan masyarakat kota Langsa, untuk terus menjaga keasrian hutan.
"Mari kita dukung setiap niat baik dan usaha anak-anak muda dalam menyebarkan nilai-nilai edukasi lingkungan, karena menjaga Kawasan Ekosistem Leuser dan habitat orangutan pada dasarnya adalah upaya kita menjaga keselamatan, kenyamanan, dan masa depan hidup kita sendiri,"ajaknya.
Kemudian, kepedulian ini menjadi semakin penting ketika kita melihat realita lingkungan saat ini, dimana isu kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di daerah Kalimantan dan kerap menghiasi beranda media sosial kita. Kebakaran hutan tidak hanya melahap ribuan hektare pepohonan yang menjadi benteng bentang alam kita, tapi menghancurkan rumah tempat tinggal orang utan dan satwa-satwa langka lainnya.
Selain itu, asap tebal yang dihasilkan tak hanya merusak paru-paru dunia dan juga mengancam kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Fenomena ini menjadi pengingat nyata bagi kita semua, karena alam sedang mengirimkan sinyal bahaya, dan kita tidak boleh lagi bersikap acuh tak acuh terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang ada di depan mata.
(DIR/WITA)











