Mahasiswa UDI Didorong Jadi Benteng Digital Antinarkoba

Mahasiswa UDI Didorong Jadi Benteng Digital Antinarkoba
Mahasiswa UDI Didorong Jadi Benteng Digital Antinarkoba (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, Ir. Yahdi Choir Harahap, MBA, mendorong mahasiswa mengambil peran aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal itu disampaikannya dalam talkshow kolaborasi Radio Kardopa 99.4 FM, Humas DPRD Sumatera Utara, dan Universitas Deztron Indonesia (UDI) Medan yang diikuti 22 perwakilan mahasiswa di Kota Medan.

Yahdi mengatakan, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus ketahanan mental. Menurutnya, persoalan narkoba menjadi salah satu ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.

"Sumatera Utara saat ini memikul beban berat darurat narkoba karena berada di posisi puncak nasional. Kami di jajaran legislatif terus melakukan fungsi pengawasan dan mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat kebijakan pencegahan," ujar Yahdi.

Menurut dia, kebijakan pemerintah tidak akan cukup tanpa keterlibatan institusi pendidikan dan mahasiswa. Karena itu, mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi dapat mengambil peran melalui kampanye kreatif antinarkoba sekaligus membangun lingkungan digital yang sehat.

Yahdi juga mengajak mahasiswa UDI memanfaatkan keahlian di bidang teknologi informasi untuk memperluas edukasi tentang bahaya narkoba di lingkungan kampus maupun komunitas.

Sementara itu, Pj Rektor 1 UDI Medan, Sahbainur Rezeki, S.S.T., M.KM., menekankan pentingnya penguasaan soft skill di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Ia menyebutkan, sedikitnya terdapat lima kemampuan yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menghadapi persaingan, yakni berpikir kritis, adaptif, kreatif, komunikatif dan kolaboratif, serta berintegritas.

"Teknologi informasi harus diposisikan sebagai akselerator yang mencerdaskan proses berpikir manusia, bukan menggantikan peran otak kita. Generasi yang cerdas IT, mandiri, dan bersih dari narkoba adalah kunci agar Indonesia mampu memimpin pada 2045," katanya.

Talkshow yang dipandu Amelia Khairina Ilmi, S.T., M.M., tersebut berlangsung interaktif. Sebanyak 22 mahasiswa memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan mengenai regulasi daerah, upaya melindungi diri dari pengaruh zat adiktif, hingga pengembangan ekosistem digital bagi generasi muda di Sumatera Utara.

Kolaborasi antara media, legislatif, dan akademisi tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi talenta digital yang kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan narkoba di Sumatera Utara.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi