Sambut Baik Klarifikasi Resmi Kemenhan, Pemuda Masjid Dunia Tetap Kawal Komitmen Universitas Pertahanan (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan - Pemuda Masjid Dunia menyambut baik dan mengapresiasi klarifikasi resmi yang disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia, terkait isu penggunaan hijab bagi mahasiswi dan kadet perempuan di Universitas Pertahanan (UHAN) RI.
Hal tersebut disampaikan Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus SE MM, merespons viralnya isu larangan memakai hijab, menyusul pengunduran diri salah satu calon kadet perempuan berprestasi Asma Wafa Andina yang sebelumnya mengeluhkan adanya dugaan aturan pembatasan hijab selama pendidikan.
Menurut Said Aldi, klarifikasi yang disampaikan Kemenhan dinilai sebagai respons cepat dalam meluruskan polemik yang sangat riskan dan dapat memicu keresahan publik.
Selain itu, lanjut Said Aldi, rencana penyempurnaan aturan seragam dari Kemenhan juga merupakan komitmen positif yang patut dihargai demi menjaga ruang pendidikan kedinasan agar tetap inklusif, profesional, dan berwawasan kebangsaan.
"Pemuda Masjid Dunia mengapresiasi langkah Kemenhan yang secara terbuka meluruskan kesalahannya perihal pemakaian hijab, dan komitmen dalam menghormati hak kebebasan beragama bagi seluruh kadet," terang Said Aldi yang juga Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia kepada wartawan di Medan, Selasa (25/8/2026).
Said Aldi juga mengungkapkan bahwa Pemuda Masjid Dunia mendukung arahan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsoedin untuk mengakomodasi seragam berhijab secara proporsional.
"Karena itu sikap yang bijak dan sejalan dengan Amanat konstitusi, dan nilai-nilai Pancasila dan Pemuda Masjid Dunia benar-benar akan mengawal komitmen tersebut hingga ke level implementasi teknis di lapangan," paparnya.
Sebab, masih kata Said Aldi, jangan sampai terdapat celah perbedaan persepsi antara regulasi tertulis di tingkat pimpinan dengan instruksi lisan panitia seleksi maupun pengawas pendidikan.
"Pemuda Masjid Dunia berharap, ini harus benar-benar dijaga dan diterjemahkan secara jelas dalam pedoman teknis tertulis sejak awal masa sosialisasi maupun pendaftaran. Jangan sampai ada anak-anak bangsa terbaik yang merasa ragu atau terhambat cita-cita mereka untuk mengabdi direktorat pertahanan hanya karena multitafsir regulasi maupun kendala teknis dalam menjalankan kewajiban agamanya," pungkas Said Aldi yang juga Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar.
(KAH/RZD)