Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) kota Langsa. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langsa - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) kota Langsa, Ngatiman mengatakan, keberadaan Rumah Sakit Cut Meutia (RSCM) sudah menjadi kepercayaan masyarakat untuk berobat, baik poliklinik maupun rawat inapnya.
Selain itu, hasil survei dikalangan masyarakat, mengakui RSCM saat ini menjadi primadona karena banyak masyarakat yang memilih berobat disitu, dan itu bukan hanya masyarakat kota Langsa saja, tapi juga Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Menurutnya, dalam segi kerja sama dengan RSCM dan UPTD PMI dalam mengatasi ketersediaan darah sudah sangat baik sekali dan itu bisa dilihat dari segi koordinasi ataupun komunikasi yang baik antar keduabelah pihak setiap ada pasien yang membutuhkan darah.
Kemudian, RSCM juga sangat cepat sekali responnya bila ada kendala-kendalanya yang dihadapi dalam penanganan permintaan darah untuk si pasien tidak tersedia di PMI karena stoknya tidak, langsung melakukan langkah cepat dengan mencari pendonor.
"Meskipun stok darah di PMI tidak ada stoknya, tapi pihak RSCM juga bersama-sama mencari pendonor dengan golongan darah yang dibutuhkan, baik itu dari keluarga pasien maupun diluar keluarga pasien.Artinya, tidak terpaku atau berharap dari PMI semata," ungkapnya.
Ngatiman yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRK Langsa, mengatakan, pelayanan kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat di kota Langsa terutama penduduk Gampong Karang Anyer dan Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, sudah sangat memuaskan sekali.
"Kita bersyukur adanya RSCM atau yang dikenal dengan rumah sakit PTP karena selama ini pelayanannya sangat baik sekali, dari berbagai segi, mulai dari tenaga kesehatan, ruang rawat inap, poliklinik, dokter spesialis hingga fasilitas alat kesehatannya. Petugasnya juga ramah dan selalu senyum saat berhadapan dengan pasien, agar dapat terus dipertahankan, bahkan dapat ditingkatkan," ucapnya.
Dia berharap agar pihak RSCM yang dibawah PT Cut Meutia Medika Nusantara (CMN) Langsa, menambah lagi bangunan rawat inapnya, karena setiap harinya pasien selalu membludak.
Hal itu dikarenakan pasien lebih memilih atau percaya berobat ke RSCM, meskipun petugas kesehatan di IGD sudah memberitahukan ruang rawat inap tapi si pasien maupun keluarga tetap bertahan di RSCM.
(DIR/WITA)











