RSUP Adam Malik tangani siswi korban keracunan MBG yang hilang ingatan. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Meski sudah berulangkali berpindah rumah sakit, Febiola Br Purba siswi asal Kabupaten Karo yang menjadi salah satu korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pertengahan Agustus 2026 lalu, sampai saat ini masih belum sembuh. Bahkan menurut orangtuanya, Febiola mengalami hilang ingatan sampai 70 persen.
Kasus ini bermula pada pertengahan Agustus 2026, ketika sejumlah pelajar di Karo mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Kondisi Febiola menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian karena mengalami gangguan pada fungsi saraf dan penurunan daya ingat.
Selama proses pengobatan, Febiola diketahui telah berpindah menjalani perawatan di lima rumah sakit, yakni RS Kabanjahe, RS Efarina, RSU Haji Medan, RSUP H. Adam Malik Medan, dan RS Amanda Karo.
"Feby telah menjalani dua kali kunjungan pemeriksaan sebagai pasien rawat jalan, masing-masing pada 31 Agustus 2026 dan 7 September 2026," Rosario Dorothy Simanjuntak, Manajer Hukum dan Humas di RSUP Haji Adam Malik Medan, Selasa (8/9/2026).
Menurut Rosario yang akrab disapa Ocha ini, tim medis yang menangani Febiola adalah dokter spesialis Gastroenterologi Anak dan Neurologi Anak. Selain pemeriksaan klinis, Febiola juga sudah menjalani Electroencephalography (EEG) guna mengevaluasi kondisi neurologisnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Febiola mengalami kehilangan ingatan hingga sekitar 70 persen dan masih menjalani kontrol serta pemantauan berkala untuk proses pemulihan jangka panjang.(MC/WITA)











