Ratusan Siswa Berastagi Diduga Keracunan Program MBG, Bupati Karo Turun Tangan (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Karo — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tercoreng insiden serius.
Lebih dari 255 siswa-siswi SMAN 1 Berastagi diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut, Kamis (13/8).
Peristiwa ini sontak memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Berdasarkan pantauan hingga pukul 16.59 WIB, proses evakuasi korban berlangsung dramatis.
Para siswa dilarikan secara maraton ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, mulai dari Puskesmas Berastagi, RS Amanda, RS Efarina Etaham Berastagi, Klinik Yoreskita, hingga RSUD Kabanjahe.
Sejumlah siswa dilaporkan mendadak merasakan reaksi alergi dan keracunan yang cukup mengkhawatirkan.
Gejala awal bermula dari:
- Rasa gatal-gatal yang intens pada bagian mulut.
- Munculnya bentol-bentol di sekujur tubuh.
- Keluhan rasa panas membara pada bagian perut dan dada.
- Mengalami muntah-muntah secara beruntun.
Bupati Karo Tinjau Langsung Korban
Mendengar laporan darurat tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho langsung bergerak cepat meninjau lokasi evakuasi di RS Efarina Etaham Berastagi guna memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
"Hasil pemeriksaan kami dari 255 siswa dan siswi yang mengalami keracunan makan bergizi gratis, kondisi mereka sudah membaik pasca ditangani secara medis. Itu dapat dipastikan setelah kita lihat satu per satu para siswa yang dirawat," ujar Bupati Antonius Ginting.
Bupati menegaskan, pihaknya akan segera menggelar apel gabungan serta koordinasi lintas instansi keesokan harinya untuk mengevaluasi total insiden ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Indikasi Area Sebaran Meluas
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari dugaan keracunan massal ini masih dalam tahap investigasi mendalam oleh pihak berwenang.
Sementara itu, Kepala SPPG Wilayah Berastagi, Sumber Sembiring, belum berhasil dimintai keterangan saat dikonfirmasi.
Situasi di lapangan masih dinamis. Berdasarkan informasi terkini, data jumlah korban serta titik sebaran faskes berpotensi bertambah, mengingat ada indikasi sekolah lain di wilayah Berastagi, seperti SMPN 1 Berastagi serta kompleks sekolah Yayasan Bersama Berastagi (tingkat SMP, SMA, dan SMK), turut terdampak insiden serupa.
(DIK/RZD)