Bocah 10 Tahun di Natal Bertubuh Sangat Kurus, Kades: Bukan Gizi Buruk (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Madina – Kondisi seorang bocah berusia 10 tahun di Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengundang perhatian. Tubuh bocah bernama Arfiandi, anak pasangan Erwin dan Gustina, terlihat sangat kurus hingga tulang dada dan tulang rusuknya tampak menonjol.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya masalah kesehatan dan gizi yang dialami Arfiandi. Informasi mengenai kondisi bocah tersebut disampaikan pihak keluarga pada Selasa (8/9/2026) malam. “Nampaknya gizi buruk, Bang,” kata pihak keluarga.
Menurut keluarga, Arfiandi memiliki riwayat pemeriksaan kesehatan. Catatan pemeriksaan terakhir menyebutkan adanya infeksi lambung.
Kondisi Arfiandi diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan instansi terkait. Apalagi, Arfiandi masih berusia 10 tahun sehingga kondisi kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizinya perlu mendapat perhatian serius.
Sementara itu, Kepala Desa Setia Karya, Noprizal, memberikan klarifikasi terkait kondisi Arfiandi yang sebelumnya disebut mengalami gizi buruk.
Noprizal mengatakan kondisi yang dialami Arfiandi berkaitan dengan masalah pada lambung, bukan gizi buruk. “Bukan gizi buruk. Ini pembengkakan lambung,” kata Noprizal, Rabu (9/9/2026).
Menurut Noprizal, pemerintah desa baru mengetahui kondisi Arfiandi sekitar satu minggu sebelum bocah tersebut mendapatkan penanganan medis. Setelah menerima informasi dari warga, ia bersama perangkat desa dan Ketua RT mendatangi rumah Arfiandi untuk melihat kondisinya secara langsung.
Saat itu, kata Noprizal, kondisi Arfiandi cukup memprihatinkan. Bocah tersebut disebut tidak mau makan selama beberapa hari.
Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Husni Thamrin Natal. Arfiandi selanjutnya dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit umum daerah di Panyabungan.
“Intinya dari pemerintahan desa, begitu dapat informasi langsung tanggap. Langsung kita upayakan supaya anaknya cepat dirawat,” ujarnya.
Noprizal juga menyebut keluarga Arfiandi tergolong kurang mampu sehingga menjadi perhatian pemerintah desa. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Arfiandi mulai mengalami sakit sekitar Agustus 2026 atau kurang lebih satu bulan.
Ia menegaskan kondisi Arfiandi perlu ditangani secara medis untuk memastikan penyakit yang dialaminya. Pemerintah desa juga berharap kondisi bocah tersebut segera membaik setelah mendapatkan perawatan. “Kita berharap Arfiandi lekas membaik,” pungkasnya.
(RES)
(WITA)