Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Ditutup. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Mandailing Natal - Sebanyak 15 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 program Practical Office di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, dinyatakan lulus. Penutupan pelatihan berlangsun di aula Dinas Tenaga Kerja.
“Ini bukti bahwa pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berada di tengah-tengah masyarakat untuk menyiapkan adik-adik mendapatkan pekerjaan,” ujar Rahmad, Jumat, (4/9/2026).
Dari 16 peserta yang mengikuti pelatihan bidang komputer tersebut, 15 orang dinyatakan lulus. Selain memperoleh sertifikat pelatihan, peserta juga akan menjalani ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan jika dinyatakan lulus.
Rahmad mengatakan pemerintah tidak dapat menjamin pekerjaan bagi setiap peserta pelatihan. Menurut dia, peran pemerintah adalah menyiapkan keterampilan dan membuka akses masyarakat terhadap peluang kerja.
“Pemerintah tidak memberikan pekerjaan karena pemerintah tidak punya perusahaan. Pemerintah mencari solusi dan memfasilitasi masyarakat yang mau bekerja,” katanya.
Rahmad juga meminta para peserta memanfaatkan Mandailing Natal Job Fair yang dijadwalkan berlangsung pada 23-24 September 2026.
Menurut dia, sebanyak 13 perusahaan telah menyampaikan lowongan dengan total sekitar 245 posisi pekerjaan.
Pemerintah, kata Rahmad, berupaya mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Kalau ada lowongan yang sesuai dengan kemampuan adik-adik, adik-adik sudah punya modal untuk itu,” ujarnya.
Ia mengatakan job fair tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membuka informasi lowongan kerja yang sebelumnya tidak selalu diketahui masyarakat.
Rahmad meminta peserta pelatihan dan alumni angkatan sebelumnya menyebarkan informasi mengenai kegiatan tersebut.
Rahmad mengingatkan kelulusan dari pelatihan Practical Office bukan akhir dari proses belajar. Ia menyebut keterampilan yang diperoleh peserta merupakan kemampuan dasar yang perlu terus dikembangkan.
“Ini masih dasar. Orang besar tidak langsung jadi secara instan, tetapi melalui proses dan tahapan,” kata dia.
Menurut Rahmad, kemampuan mengoperasikan komputer dan teknologi informasi semakin dibutuhkan dalam dunia usaha maupun pekerjaan. Karena itu, ia meminta peserta mengikuti pelatihan lanjutan jika tersedia.
“Jangan sebatas ini. Tingkatkan terus sampai ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Azhar, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya memberikan ilmu dan keterampilan. Peserta juga memperoleh pengalaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab dan cara menghadapi dunia kerja.
“Bagi kami, apa yang kami dapatkan di sini bukan hanya sekadar ilmu dan keterampilan, tetapi juga pengalaman, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pelajaran tentang bagaimana menghadapi dunia kerja dan kehidupan ke depannya,” kata Azhar.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama mengikuti pelatihan terdapat sikap, perkataan atau perbuatan yang kurang berkenan.
Azhar berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk melangkah ke dunia kerja, membangun usaha dan mengembangkan keterampilan masing-masing.
“Semoga kita semua diberikan jalan yang terbaik, dimudahkan dalam mencari pekerjaan, membangun usaha, mengembangkan keterampilan dan mencapai cita-cita masing-masing,” ujarnya. (RES)(WITA)











