Sofyan Tan: Gedung Kampus Megah Ibarat Mercedes-Benz, Kuncinya Ada di Dosen (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr, Sofyan Tan menegaskan, kemegahan gedung dan kelengkapan fasilitas perguruan tinggi tidak akan berarti maksimal tanpa dukungan dosen yang kompeten serta perangkat pembelajaran yang berkualitas. Kualitas dosen merupakan kunci utama dalam mengubah fasilitas kampus menjadi proses pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI di Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sabtu (12/9/2026).
Sofyan Tan mengibaratkan infrastruktur kampus seperti mobil mewah yang membutuhkan pengemudi andal.
"Kampus ini dibangun dengan megah, ibarat mobil Mercedes-Benz keluaran terbaru yang sudah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Mobilnya sudah sangat bagus, tetapi tetap butuh driver atau pengemudi yang ahli. Gedung yang indah hanyalah wadah, sementara dosen adalah penggerak utamanya, kuncinya," ujar Sofyan.
Ia mengatakan, filosofi tersebut pula yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan Kampus ST Bhinneka. Sebelum universitas beroperasi, yayasan disebut telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah selama satu tahun untuk merekrut dan membina dosen-dosen muda lulusan baru atau fresh graduate.
"Tidak ada pengelola yang mau menghabiskan uang miliaran rupiah selama setahun sebelum kampus dibuka jika tidak memiliki komitmen mendalam. Kami menggembleng para dosen muda ini terlebih dahulu agar siap menjadi pengajar hebat. Jadi ketika gedung selesai, para 'pengemudi' ini sudah siap menjalankan roda pendidikan," tegasnya.
Sofyan Tan juga menggunakan analogi pembuatan kue untuk menggambarkan pentingnya kualitas proses pembelajaran. Menurut dia, bentuk atau tampilan yang menarik belum menjamin hasil yang berkualitas.
"Cetakan yang bagus memang melahirkan kue yang cantik, tetapi apakah enak dan bergizi? Belum tentu. Koki yang hebat harus memadukan cetakan tersebut dengan bahan-bahan dasar yang berkualitas dan sehat. Begitu pula pendidikan; penampilan fisik kampus harus diimbangi dengan perangkat pembelajaran yang kuat dan dosen yang kompeten," katanya.
Ia kemudian mengingatkan para dosen agar menguasai berbagai komponen perangkat pembelajaran perguruan tinggi, mulai dari analisis perencanaan pembelajaran, peta kompetensi kurikulum, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga pemahaman terhadap karakteristik mahasiswa.
"Dosen tidak boleh sekadar hadir dan mengajar demi menggugurkan kewajiban," ujarnya.
Untuk memperkuat kompetensi akademik, Sofyan Tan juga mendorong peningkatan sarana literasi digital, pengembangan modul interaktif, serta perluasan jejaring perpustakaan kampus dengan perpustakaan global. Ia menyebutkan, perpustakaan kampus saat ini telah memiliki lebih dari 13 ribu koleksi buku dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan.
Mengakhiri arahannya, Sofyan Tan mengingatkan para akademisi agar menempatkan pengabdian, integritas, dan prestasi sebagai landasan dalam menjalankan profesi.
"Jangan mengejar uang, tetapi buatlah uang mengejar Anda melalui prestasi. Jika Anda melakukan sesuatu yang luar biasa yang tidak bisa dilakukan orang lain, maka kesejahteraan itu akan datang dengan sendirinya," pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Tim Perwakilan Kemendiktisaintek Aprias Nindi Saputri dan Rahmat Widia Sembiring, Ph.D. sebagai narasumber, Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Finche Kosmanto, Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka Bobby Christian Halim, serta jajaran wakil rektor, dekan, ketua program studi, dan dosen.
(REL/RZD)