Pelatihan Kader Konservasi Bersama Masyarakat: Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Tapanuli Selatan — Green Justice Indonesia (GJI) menggelar Pelatihan Kader Konservasi. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah lembaga dan bidang keahlian, diantaranya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Padangsidimpuan, KSDAE Wilayah III Padangsidimpuan, LBH-AP PD Muhammadiyah Tapanuli Selatan, serta Divisi Knowledge Management Green Justice Indonesia.
"Ya, kita menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, keterlibatan berbagai pihak dalam pelatihan Kader Konservasi merupakan upaya untuk membangun gerakan pengelolaan sumberdaya alam berbasis kolaborasi bersama masyarakat," kata Maneger Green Justice Indonesia (GJI), Sofian Adly, dalam keterangan diperoleh Selasa (15/9/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan Green Justice Indonesia (GJI) ini juga melibatkan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat seperti Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumut, JAMM, LBH-AP PD Muhammadiyah Tapanuli Selatan, LPHD Permata Hijau, LPHD Sugi Natama, LPHD Maju Mandiri, LPHD Kolam Indah, KTH Gapuk Julu Sejahtera, Komunitas Hatabosi, dan KTH Panobasan Nauli Lombang.
"Terpenting dari pelatihan ini untuk membangun kepedulian masyarakat dan generasi muda terhadap konservasi dan lingkungan, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap persoalan hukum yang berkaitan dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat," ungkap Koordinator Advokasi Green Justice Indonesia (GJI), Hendra Hasibuan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya konservasi membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berbasis pengetahuan lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, hukum, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, GJI berharap lahir kader-kader konservasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memiliki kemampuan dasar dalam memahami persoalan hukum dan lingkungan di tengah masyarakat.
"Kita sangat berharap berbagai unsur masyarakat dan generasi muda yang hidup di sekitar penyangga kawasan Hutan Lubuk Raya dan Kawasan Hutan Sibual-buali mememahami betapa pentingnya menjaga kawasan hutan, satwa, dan tumbuhan yang dilindungi, serta mendorong tumbuhnya kesadaran hukum bahwa perlindungan lingkungan dan pemenuhan hak masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan keadilan sosial," sebut Hendra Hasibuan yang juga Ketua Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumut.
Terselelenggaranya pelatihan ini dan keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya konservasi membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berbasis pengetahuan lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, hukum, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, GJI berharap lahir kader-kader konservasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan, lingkungan, dan terlindunginya tumbuhan dan satwa langka seperti orangutan tapanuli, harimau sumatera, sekaligus memiliki kemampuan dasar dalam memahami persoalan hukum dan lingkungan di tengah masyarakat.
"Pelatihan ini kita selenggarakan dalam rangkan memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat dan generasi muda yang hidup di Buffer Zone Kawasan Konservasi Lubuk Raya dan Kawasan Konservasi Sibual-buali, yang nantinya kita harapkan sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan-kawasan hutan beserta isinya seperti tumbuhan langka, dan satwa-satwa langka berupa orangutan tapanuli (pongo tapanuliensis) dan harimau sumatera,” terang Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo.
Pelatihan juga diisi dengan pelatihan paralegal, dimana masyarakat mampu memahami hukum-hukum dasar terkait hukum-hukum ekologi, sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di tingkat desa.
Masyarakat dan generasi muda juga dibekali dengan pengetahuan jurnalistik, dimana masyarakat dan generasi muda mampu melakukan kampanye mandiri kepada publik terkait pengelolaan sumberdaya alam dan permasalahan yang terjadi nantinya di tingkat desa.
(RZD)