Toba Caldera Culture Festival 2026 Resmi Dibuka, Gondang dan Penyematan Ulos Warnai Seremoni (Analisadaily/Tetty Naibaho)
Analisadaily.com, Samosir - Toba Caldera Culture Festival 2026 resmi dibuka melalui seremoni pemukulan tagading di Water Front City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (24/9/2026).
Penampilan air menari menjadi salah satu sajian yang memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Para juri internasional bahkan turut manortor mengikuti alunan musik khas Batak yang mengiringi pertunjukan.
Nuansa budaya Batak semakin terasa dalam prosesi penyematan ulos kepada dewan juri internasional dan nasional. Diiringi gondang, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung menyematkan ulos sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan.
Seremoni pembukaan dihadiri Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung, Presiden Direktur Samosir International Choir Competition (SICC) Rios Sabar Andriano Tampubolon, Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir Tetti Naibaho serta para dewan juri internasional dan nasional.
Dewan juri internasional yang hadir di antaranya Marcus Lee dari Singapura, Jurgis Cabulis dari Latvia, Susanna Saw dari Malaysia, dan Prof. Mark Anthony Carpio dari Filipina.
Sementara dewan juri dari Indonesia terdiri dari Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak, Maria Calista, serta sejumlah juri lainnya.
Mewakili Bupati Samosir, Sekdakab Marudut Tua Sitinjak menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan juri International Choir Competition di Kabupaten Samosir.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban orang Batak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Samudera Ende Nusantara atas kepercayaannya memilih Kabupaten Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi paduan suara dan vokal solo internasional.
Sementara itu, Dewi Susantri Ujung menyampaikan bahwa festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba kepada Indonesia dan dunia.
“Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah. Kawasan ini merupakan rumah bagi warisan budaya yang hidup, tumbuh bersama masyarakatnya, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.
Ia menilai, perpaduan seni suara, tradisi, dan budaya dalam festival tersebut menjadi wujud kolaborasi yang mempererat persaudaraan lintas daerah dan negara.
Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan menjelaskan, kompetisi tahun ini diikuti 33 peserta dengan 58 penampilan dan 70 peserta vokal solo yang terbagi dalam sejumlah kategori.
“Kami sungguh berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan pemerintah agar acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang mengusung semangat memperkenalkan budaya Danau Toba melalui seni suara dan pertunjukan budaya ke panggung internasional. (TN) (WITA)











