ASN Samosir Kompak Kenakan Batik Motif Ulos, Teguhkan Pelestarian Budaya Batak (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Samosir - Jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Samosir kompak mengenakan batik bermotif ulos dalam peringatan Hari Ulos Nasional yang dirangkai dengan Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Samosir, Senin (19/10/2026).
Sejumlah ASN juga melengkapi penampilan dengan ulos yang disampirkan di pundak. Penggunaan batik bermotif ulos tersebut menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan budaya Batak sekaligus upaya menjaga identitas budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.
Sebagai daerah pewaris Ulos Batak Toba, Pemkab Samosir rutin memperingati Hari Ulos Nasional sejak ulos ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 17 Oktober 2014. Ulos bukan sekadar kain tradisional, tetapi memiliki nilai filosofi, sejarah, dan makna sosial dalam kehidupan masyarakat Batak.
Asisten I Setdakab Samosir, Tunggul Sinaga, selaku pembina upacara, mengajak seluruh ASN menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk melestarikan dan mewariskan ulos kepada generasi mendatang.
“Upacara Hari Ulos menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Batak. Budaya tersebut harus tetap dilestarikan dan dijaga. Masyarakat Samosir sudah sejak dulu mengenal dan memakai ulos,” ujar Tunggul.
“Ulos adalah budaya dan kebanggaan kita. Mari kita pelihara kelestariannya dan terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Memasuki masa purna bakti, Tunggul juga berpesan agar ASN terus meningkatkan pengabdian, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi, kerja sama, dan kekompakan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Dua sampai tiga tahun ke depan, Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Idola. Kita harus menyiapkan diri, meningkatkan SDM. Kesuksesan seseorang tidak terlepas dari orang lain,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas. “Seluruh ASN harus mengabdi, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mari kita capai kemajuan untuk Samosir yang kita cintai,” pungkas Tunggul.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Kabupaten Samosir harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan jati diri masyarakat.
(TN/Rel)(WITA)