Abdul Rahim Siregar Apresiasi Peluncuran 33 Bus Sekolah Gratis okeh Gubsu, Dorong Perluasan Program dan Penambahan Anggaran

Abdul Rahim Siregar Apresiasi Peluncuran 33 Bus Sekolah Gratis okeh Gubsu, Dorong Perluasan Program dan Penambahan Anggaran
Abdul Rahim Siregar Apresiasi Peluncuran 33 Bus Sekolah Gratis okeh Gubsu, Dorong Perluasan Program dan Penambahan Anggaran (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan — Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang meluncurkan 33 unit bus perintis gratis bagi 1.008 pelajar di lima kabupaten, yakni Asahan, Batubara, Padanglawas Utara, Samosir, dan Nias Utara.

Menurut Abdul Rahim Siregar, program bus sekolah gratis tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab kebutuhan transportasi pelajar, khususnya di wilayah pedesaan dan kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan sarana angkutan umum.
Ia menilai, akses transportasi yang aman dan layak merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pemerataan pendidikan. Jangan sampai keterbatasan ekonomi keluarga maupun sulitnya transportasi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang baik.
“Saya mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution, yang telah menghadirkan 33 bus perintis gratis bagi para pelajar. Ini merupakan kebijakan yang patut kita dukung karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus berjuang menempuh perjalanan menuju tempat belajar,” ujar Abdul Rahim Siregar.
Pemandangan yang Menyayat Hati di Daerah
Abdul Rahim Siregar mengungkapkan, selama melakukan kunjungan dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya wilayah Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan), serta berbagai daerah lainnya di Sumatera Utara, dirinya kerap menyaksikan kondisi transportasi pelajar yang memprihatinkan.
Ia menceritakan, tidak jarang para siswa dan siswi harus berangkat ke sekolah dengan menumpang becak yang dipadati hingga lebih dari 10 orang. Di tempat lain, para pelajar terpaksa berdesakan di dalam angkutan umum, bahkan ada yang bergelantungan di bagian samping kendaraan atau berada di atas kendaraan, di bawah terik matahari, demi bisa sampai ke sekolah.
“Jujur, pemandangan seperti itu sangat menyayat hati. Anak-anak yang seharusnya berangkat ke sekolah dengan aman dan nyaman justru harus mempertaruhkan keselamatan mereka di perjalanan. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang semestinya mendapatkan perlindungan dan fasilitas yang layak,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Keselamatan pelajar harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota ( Bupati dan Walikota ), maupun seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan transportasi.
“Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya transportasi sekolah setelah terjadi kecelakaan atau musibah yang menimpa anak-anak kita.
Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang melalui penyediaan sarana transportasi yang aman, memadai, dan terjangkau,” tegasnya.
Program Jangan Berhenti di Lima Kabupaten
Abdul Rahim Siregar berharap program bus sekolah gratis yang telah diluncurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak berhenti hanya di lima kabupaten tersebut.
Ia mendorong agar program ini dikembangkan secara bertahap ke kabupaten dan kota lainnya, terutama daerah yang memiliki kebutuhan mendesak akibat keterbatasan transportasi umum, jarak sekolah yang jauh, serta kondisi geografis yang sulit.
Baginya, pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah atau menyediakan tenaga pendidik. Pemerintah juga harus memastikan bahwa anak-anak memiliki akses yang aman untuk mencapai sekolah.
“Harapan kita, 33 bus ini menjadi langkah awal dari program yang lebih besar. Masih banyak daerah di Sumatera Utara yang membutuhkan perhatian serupa. Anak-anak di Tabagsel, wilayah kepulauan, pedalaman, dan daerah lainnya juga berhak mendapatkan akses transportasi sekolah yang aman dan layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, perluasan program sebaiknya dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan, dengan mempertimbangkan jumlah pelajar, jarak tempat tinggal ke sekolah, keterbatasan angkutan umum, tingkat risiko perjalanan, serta kemampuan fiskal daerah.
Dengan pendekatan tersebut, bantuan bus sekolah diharapkan benar-benar menjangkau wilayah yang paling membutuhkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dorong Penambahan Anggaran Melalui Badan Anggaran DPRD Sumut
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar menyatakan akan mendorong agar kebutuhan pengembangan layanan transportasi pelajar menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran daerah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keberlanjutan program bus sekolah gratis membutuhkan perencanaan anggaran yang memadai, bukan hanya untuk pengadaan armada, tetapi juga untuk memastikan operasionalnya berjalan dengan baik.
“Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Sumatera Utara, saya akan mendorong agar kebutuhan program transportasi pelajar ini mendapat perhatian serius dalam pembahasan anggaran. Jika hasil pemetaan menunjukkan masih banyak daerah yang membutuhkan, tentu perlu diperjuangkan penambahan alokasi anggaran secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah dan prioritas pembangunan,” katanya.
Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut perlu memperhitungkan pengadaan atau penambahan armada, biaya operasional dan perawatan, kebutuhan pengemudi, serta pengaturan rute yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga diperlukan agar layanan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Abdul Rahim menegaskan bahwa anggaran untuk transportasi pelajar merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Setiap rupiah yang dialokasikan secara tepat untuk keselamatan dan akses pendidikan anak-anak akan memberikan manfaat besar bagi masa depan Sumatera Utara.
“Ini bukan sekadar soal bus, melainkan soal keselamatan anak-anak, meringankan beban orang tua, dan memastikan tidak ada pelajar yang kesulitan bersekolah hanya karena persoalan transportasi. Kita ingin anak-anak bisa berangkat dengan aman, belajar dengan tenang, dan pulang ke rumah dengan selamat,” tuturnya.
Keselamatan dan Pemerataan Pendidikan Harus Menjadi Prioritas
Menutup pernyataannya, Abdul Rahim Siregar berharap peluncuran 33 bus perintis gratis oleh Gubernur Bobby Nasution menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang pendidikan dan transportasi.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program agar jumlah armada, rute pelayanan, dan kapasitas angkut sesuai dengan kebutuhan pelajar di setiap daerah.
“Apresiasi tentu harus disertai dukungan dan pengawasan agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita berharap ke depan semakin banyak pelajar di Sumatera Utara yang mendapatkan fasilitas transportasi sekolah yang aman, nyaman, dan gratis. Jangan biarkan keterbatasan transportasi merampas kesempatan anak-anak kita untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Menurut Abdul Rahim, memastikan anak-anak dapat bersekolah dengan selamat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan DPRD Sumut terus diperkuat agar program transportasi pelajar dapat diperluas secara terencana, berkelanjutan, dan menjangkau daerah-daerah yang paling membutuhkan
Berjubel naik angkutan sekolah
Tidak hiraukan keselamatan demi sekolah
Beramai ramai pergi dan pulang sekolah
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi