Usung Tema 'Bersama Dalam Harmoni', AAUI Cabang Medan Sukses Gelar Hari Asuransi 2026 Bersama 54 Perusahaan (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Medan bersama 54 perusahaan asuransi menggelar peringatan Hari Asuransi tahun 2026, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Peringatan Hari Asuransi (Insurance Day's) setiap tahun jatuh pada tanggal 18 Oktober. Dan pada tahun 2026 ini, dirayakan dengan mengusung tema "Bersama Dalam Harmoni, Solid Dalam Kebersamaan" dan sub tema “Pahami - Miliki - Lindungi”, tersebut turut dihadiri diantaranya Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diwakilkan Marina Manaur Sianipar, perwakilan Bank Sumut Ibnu (Kepala Divisi Operasional), pimpinan perusahaan asuransi, para sponsor, serta seluruh keluarga besar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Cabang Medan.
Ketua AAUI Cabang Medan Dina Alfanita Sianipar, mengatakan dalam dunia asuransi, kita mengenal arti penting kepercayaan, perlindungan, dan tanggung jawab. Namun, kita juga diingatkan bahwa kekuatan terbesar kita bukan hanya terletak pada bisnis yang kita jalankan, melainkan pada hubungan baik, rasa saling menghargai, dan persaudaraan yang kita bangun.
"Saya percaya, hubungan yang dilandasi ketulusan akan bertahan lebih lama daripada sekadar hubungan profesional. Karena itu, pertemuan ini tidak hanya meninggalkan kesan yang baik, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan kebanggaan kita sebagai bagian dari keluarga besar AAUI Cabang Medan," ungkap Dina.
Dina (Ketua AAUI - Medan), juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perusahaan asuransi yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan, termasuk para sponsor yang telah berkontribusi, demi terselenggaranya acara ini.
"Secara khusus, saya ingin menyampaikan bahwa acara ini bukanlah keberhasilan Team Panitia semata, melainkan buah dari kebersamaan, kepercayaan, dan ketulusan kita semua," ujar Dina.
Dina menambahkan, di balik sebuah acara yang diselenggarakan banyak pengorbanan yang mungkin tidak terlihat. Ada waktu yang diluangkan, pekerjaan yang diselesaikan, dan tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh dedikasi.
"Untuk itu, saya memberikan penghormatan yang tulus kepada setiap pihak yang telah mengambil bagian dalam mensukseskan acara," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 menunjukkan bahwa tingkat literasi sektor perasuransian tercatat sebesar 42,84 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 29,55 persen. Dibandingkan dengan SNLIK 2025, tingkat inklusi perasuransian mengalami peningkatan dari 28,50 persen, meskipun tingkat literasinya mengalami penyesuaian dari sebelumnya 45,45 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang besar untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap manfaat, karakteristik, serta produk dan layanan asuransi, sekaligus mendorong pemahaman tersebut menjadi penggunaan produk asuransi yang lebih luas.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026 lalu, industri asuransi nasional terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian global. Hingga Agustus 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp1.200,55 triliun, tumbuh 2,56% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp982,18 triliun, meningkat 3,59% yoy, dengan akumulasi pendapatan premi sebesar Rp255,40 triliun, atau tumbuh 2,66% yoy.
Premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp125,75 triliun, meningkat 7,01% yoy, sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp99,61 triliun, mengalami kontraksi sebesar 2,35% yoy. Dari sisi permodalan, industri tetap berada dalam kondisi yang solid, tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa sebesar 471,57% serta asuransi umum dan reasuransi sebesar 331,52%, jauh di atas ketentuan minimum sebesar 120%.
Sementara itu, industri asuransi syariah juga menunjukkan perkembangan yang perlu terus diperkuat. OJK mencatat pertumbuhan kontribusi asuransi syariah hingga Agustus 2026 berada pada level minus 0,12% yoy, membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang pemulihan sekaligus kebutuhan untuk terus memperkuat daya saing, inovasi layanan, serta pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan manfaat perlindungan berbasis syariah.
Di tengah perkembangan tersebut, OJK memproyeksikan pertumbuhan program asuransi hingga akhir tahun 2026 berada pada kisaran 2% hingga 4%. Proyeksi ini menjadi pengingat bahwa penguatan industri tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan aset, premi, dan permodalan, tetapi juga pada kemampuan industri dalam membangun kepercayaan serta memperluas akses perlindungan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Peringatan Hari Asuransi Mahreni Harahap (Ketua Insurance Days Medan 24 Oktober 2026) mengungkapnya, penyelenggaraan ini tentu menyisakan cerita indah tentang kerja keras, kolaborasi dan ketulusan. "Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perusahaan asuransi yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan, para sponsor yang berkontribusi, serta rekan-rekan panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan hati demi suksesnya acara ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam industri asuransi, kita sangat mengenal arti penting sebuah kepercayaan, perlindungan dan tanggung jawab. Namun, momen kebersamaan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan terbesar kita tidak hanya terletak pada bisnis yang dijalankan, melainkan pada hubungan baik, rasa saling menghargai, dan persaudaraan yang kita bangun.
"?Hubungan yang dilandasi oleh ketulusan diyakini akan bertahan jauh lebih lama daripada sekadar relasi profesional. Oleh karena itu, pertemuan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan yang mendalam, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar AAUI Cabang Medan," sebutnya.
(RZD)