Wawasan Kebangsaan Lily: Era Digital, Gotong Royong Kian Meluntur

Wawasan Kebangsaan Lily: Era Digital, Gotong Royong Kian Meluntur
Wawasan Kebangsaan Lily: Era Digital, Gotong Royong Kian Meluntur (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan — Dalam transformasi digital gotong royong sudah semakin luntur. Dulu, gotong royong menjadi media silaturahmi bagi sesama warga. Begitu ada Gotong royong, warga langsung keluar rumah, turun tangan membersihkan parit dan sebagainya.

"Tapi kalau sekarang apakah masih tetap seperti dulu. Atau diminta turut bergotong royong jam 8.00 WIB, namun belum juga bangun, dipanggil pun juga belum bangun karena malamnya warga begadang," tegas anggota DPRD Medan Dr Lily MBA kepada warga yang mengikuti Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan ke–6 Tahun 2026 yang digelar di Jalan Kelapa Sawit, Kesawan, Medan Baru, Sabtu (24/10/2026).

Kalau dulu, lanjut pilitisi PDI Perjuangan itu, dipanggil Gotong royong semua warga siap, semangat dan antusias membersihkan parit, drainase, membersihkan lingkungan agar bersih dari sampah demi menciptakan lingkungan yang sehat. Inilah yang diinginkan semua kelurahan dan kecamatan.

Dikatakan Lily, di era digital ini, gotong royong bisa membangun pilar ekonomi yaitu, koperasi dan pemberdayaan UMKM. Pilar ekonomi adalah koperasi. Lalu, pilar sosial, yaitu ketahanan lingkungan, pilar budaya, yaitu, merawat toleransi.

"Kita harus saling menghormati sesama tetangga dan menjaga keamanan bersama. Kalau semua bertoleransi otomatis tidak ada peperangan. Itu semua adalah kedamaian," tegas anggota Komisi II DPRD Medan itu.

Dampak warga sebelum dan setelah gotong royong, sebelum gotong royong masalah kecil bisa menjadi besar karena bisa jadi tidak slaing mengenal satu sama lain. Namun, setelah bergotong royong, masalah sulit bisa menjadi mudah karena dikerjakan bersama. Sebelum gotong royong, akan cuek dengan tetangga, pintu rumah selalu tertutup. Tapi setelah gotong royong, saling kenal, saling menyapa, minimal tahu nama tetangga dan kabarnya.

"Jangan pula ada tetangga tapi kita tidak tahu namanya, sebelah rumah saat bertemu di luar juga tidak tahu bahwa itu tetangga," tegas Lily.

Disampaikan Lily, gotong royong tersebut termaktub dalam Sila ke-3 Pancasila yang merupakan dasar negara, ideologi resmi, serta sumber dari segala sumber hukum bagi Republik Indonesia, yang berbunyi Persatuan Indonesia. "Gotong royong mencerminkan kebersamaan, persatuan, dan solidaritas antarwarga tanpa memandang perbedaan," jelas Lily.

Selain temaktub di sila ke–3, juga termaktub dalam Sila ke-5 yang berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang artinya, Gotong royong merupakan salah satu butir pengamalan penting dalam mewujudkan sikap kekeluargaan dan kerja keras untuk kesejahteraan bersama.

Di penghujung kegiatan yang turut dihadiri Camat Medan Barat dan Lurah Kesawan tersebut, Lily mengajukan pertanyaan kepada para peserta terkait wawasan kebangsaan yang disosialisasikannya. Bagi warga yang berhasil menjawab diberikan bingkisan.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi