Berjemur Topless Ternyata tak Bermanfaat

DEMI kesehatan kini perempuan (Barat) lebih sadar bahwa berjemur topless atau bertelanjang dada memiliki dampak yang berbahaya ketimbang manfaatnya.

Menurut majalah perempuan French Elle edisi musim panas yang mengulas tentang hal ini, kini perempuan banyak merasa kurang bebas ketika topless sebagai pakaian renang. Berjemur bertelanjang dada menjadi hal yang berlebihan bahkan di daerah Riviera Prancis.

Melansir independent, Senin (4/8), majalah tersebut menulis peningkatan kesadaran tentang kanker kulit dan pengakuan terhadap kerusakan yang merugikan dari sinar UV pada kulit telah membuat perempuan sadar dari kebiasaan mereka memamerkan bagian tubuh yang pribadi itu.

Apalagi persepsi pornoaksi yang melekat pada wanita topless, yaitu ketika Duchess of Cambridge, Kate Middleton pernah tertangkap kamera sedang topless bahkan di apartemen pribadi saat menikmati liburannya. Ini menjadi skandal terbesar yang menghantam Prancis.

Topless jadi booming dan berlanjut sebagai sebagai fashion sejak tahun 1960-an legendaris Brigitte Bardot tertangkap kamera dengan berjemur topless di pantai. Saat itu topless dianggap sebagai kesetaraan antara pria yang boleh bertelanjang dada.

"Anda akan pergi ke pantai dan semua orang akan topless sehingga Anda pergi topless, itu fashion. Saya seorang gadis tujuh puluhan, kami tidak peduli tentang pamer," kata Jo Slinkard, kini 60 tahun kepada The Sydney Morning Herald.

Beda dengan Slinkard, Clotilde Linehart, 23 tahun, ini membuatnya sebagai wanita tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian. "Ini sesuatu tentang puting. Saya akan merasa rentan. Orang-orang akan menonton dan saya tidak ingin terlihat seperti itu," ujarnya. (bcu/bh)

()

Baca Juga

Rekomendasi