Tanjungbalai, (Analisa). Kebakaran besar melanda Pasar Beringin Atau Pasar Mayat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tanjungbalai Kota II Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Sabtu (20/9).
Sebanyak 114 unit kios dan 2 rumah warga musnah terbakar, dan dua warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSU Dr Tengku Mansyur untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 22.15 WIB, dimulai munculnya lidah api dari salah satu kios yang berubah fungsi menjadi warung nasi goreng.
Api dengan cepat membesar mengejutkan warga di sekitar Pasar Beringin yang terletak diinti Kota Tanjungbalai. Upaya pemadaman dilakukan warga dengan alat seadanya dengan memanfaatkan persediaan air yang ada di lokasi. Namun, api terus membara sebab kios yang terbuat dari papan berisi pakaian dan sepatu dengan mudah terbakar.
Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungbalai turun ke lokasi dengan 3 mobil pemadam kebakaran (damkar) berusaha menjinakkan kobaran api.
Upaya petugas pemadam kewalahan, akibat kobaran api yang sudah menghanguskan seperti kios di Pasar Beringin. Tapi usaha petugas damkar akhirnya berhasil menjinakkan api sehingga meninggalkan bara dari kayu-kayu sisa kebakaran.
Setelah menjinakkan api, petugas Damkar meninggalkan lokasi kebakaran dan listrik yang padam di lokasi itu kembali menyala. Tetapi, setengah jam setelah petugas damkar kembali ke pangkalannya tiba tiba, bara api sisa kebakaran kembali menimbulkan percikan api dan dengan cepat membesar. Akibatnya, dua rumah warga yang berada di samping Pasar Beringin musnah terbakar.
Mendapat laporan api kembali menyala, membuat petugas damkar kembali ke lokasi tapi sudah terlambat, dua rumah warga yang terbakar telah hangus sehingga petugas hanya mencegah, agar api tidak menjalar ke rumah warga lainnya.
Kejadian ini membuat warga di sekitar lokasi kebakaran marah, karena petugas Damkar dinilai tidak bekerja profesional sehingga menambah jumlah korban.
“Kami dirugikan akibat kinerja DPBD tidak beres, soalnya mobil Damkar yang dinilai dapat mencegah amukan api malah tidak dapat memberikan manfaat. Bahkan yang menyedihkan warga BPBD Tanjungbalai terpaksa meminta bantuan BPBD Asahan agar menurunkan 2 mobil damkarnya, sedang Tanjungbalai diketahui memiliki 5 mobil damkar yang sudah terkenal tangguh selama ini,” ungkap pemilik kios di Pasar Beringin, Zulkifli Nasution.
Menurut Zulkifli, bila melihat medan kerja, yakni lokasi Pasar Beringin yang terbuka dari dua sisi jalan besar dan dapat dijangkau mobil damkar maka api sudah dapat dijinakkan dengan cepat dan jumlah kios yang terbakar tidak akan mencapai ratusan.
Pemilik dua kios di Pasar Beringin mengatakan, korban kebakaran mengalami kerugian besar akibat peristiwa ini. Kejadian ini memang sudah masuk kategori bencana, tapi tindakan petugas yang profesional juga dapat meminimalisir atau memperkecil dampak kerugian yang muncul, katanya. (gsp)











