Oleh: dr Jimmy.
Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa,30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi.
Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.
Saat ini jumlah penderita batu empedu ini cenderung meningkat karena perubahan gaya hidup, seperti misalnya banyaknya makanan cepat saji (fast food) yang dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan faktor terjadinya batu empedu. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak di perut sebelah kanan dan tersembunyi di bawah hati, yang menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Ketika makan, kandung empedu akan menciut (kontraksi) dan mengeluarkan cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus.
Unsur pembentukan batu empedu adalah koleterol dan kalsium. Lebih dari 90 % batu empedu adalah batu kolesterol (komposisi koleterol >50 %) atau bentuk campuran ( 20-50 % unsur kolesterol) dan siasanya 10 % adalah batu pigmen (unsur kasium dominan dan koleterol< 20%). Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Jadi komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.
Apakah batu empedu itu?
Batu Empedu adalah timbunan batu kristal yang terdapat di dalam kandung empedu. Sebenarnya bukan hanya ada di kantung empedu, tapi juga terdapat di dalam saluran empedu dan juga dapat ditemukan di hati, pokoknya batu empedu dapat ditemukan ditempat dimana terdapat cairan empedu.
Sebagaimana kita ketahui, hati adalah organ detoksifikasi yang paling penting dalam tubuh. Hati juga adalah organ kedua paling rumit setelah otak.
Jika fungsi hati terganggu, misalnya oleh karena adanya penyumbatan pembuluh dalam hati oleh batu empedu, maka akibatnya akan sangat dirasakan oleh fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Berbagai fungsi tubuh yang terganggu oleh karena penyumbatan oleh batu empedu di antaranya ialah fungsi pencernaan, pengerasan hati, kolesterol tinggi, pankreatitis (radang pada pankreas), gangguan pada jantung, gangguan pada sistem kemih, dan masih banyak lagi.
Darimanakah asal batu empedu?
Cairan empedu adalah cairan yang dibuat di dalam hati/liver. Gunanya cairan ini adalah untuk mencerna makanan di dalam usus, terutama lemak.
Cairan empedu dari hati ini sebagian disalurkan langsung ke usus dan bercampur dengan makanan yang akan dicerna.
Sementara sebagian cairan lagi masuk ke kantung empedu. Di sini sebagian air akan diserap/ dibuang, sehingga cairannya akan lebih pekat. Cairan empedu yang pekat ini lebih efektif untuk mencerna makananan dibandingkan yang langsung dari hati tadi.
Pada saat kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan cairan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.
Ada berbagai jenis batu empedu, yang paling umum adalah batu empedu kolesterol.
Sebagaimana namanya, batu ini terbentuk terutama oleh kolesterol.
Hati membuang kelebihan kolesterol melalui empedu. Kita tahu kolesterol adalah lemak, sementara cairan empedu adalah air, lemak dan air tidak bisa larut, supaya kolesterol bisa diangkut oleh empedu, kolesterol harus dilarutkan dulu oleh dua zat seperti deterjen yang bernama asam empedu serta lesitin, keduanya dibuat oleh hati juga.
Jika kolesterol yang harus dibuang lebih banyak dari kedua zat deterjen pelarut tadi, maka akan ada sebagian kolesterol yang tidak terlarut. Nah kolesterol yang tidak larut ini akan lengket bersama dan membentuk partikel yang akan berkembang menjadi batu empedu.
Batu empedu kedua yang paling umum adalah batu empedu pigmen (batu bilirubin).
Jenis ini paling banyak di Asia tenggara.
Pigmen adalah sampah produk dari hemoglobin di dalam sel darah merah dan dirubah menjadi zat lain yang bernama bilirubin. Bilirubin ini akan diubah oleh hati dan disimpan di empedu. Seperti kolesterol, pigmen ini agak susah larut dan dapat lengket satu sama lain sehingga akhirnya akan membentuk partikel yang semakin lama semakin besar.
Siapa yang berisiko menderita batu empedu?
1. Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko menderita batu empedu dibanding pria.
2. Kehamilan. Wanita yang pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi.
3. Usia. Risiko batu empedu meningkat seiring meningkatnya usia.
4. Kegemukan. Orang yang gemuk lebih tinggi risikonya dibanding yang kurus.
5. Pengguna pil KB dan terapi hormon memiliki resiko lebih tinggi.
6. Penderita penyakit Crohn. Pada penderita penyakit ini, cairan empedu tidak dapat didaur ulang sacara normal, akibatnya kolesterol tidak dapat dilarutkan sepenuhnya, maka terbentuklah batu empedu.
7. Tinggi Triglyceride. Batu empedu lebih umum dijumpai pada orang yang kadar triglyceride-nya juga tinggi.
Faktor gaya hidup yang sangat mungkin menyebabkan timbulnya batu empedu:
1. Makan berlebihan. Kelebihan makan menyebabkan cairan pencernaan termasuk cairan empedu kekurangan, akibatnya tentu ada sebagian makanan yang tidak dapat tercerna dengan sempurna.
Pada akhirnya semua ini akan sangat membebani kerja hati dan system pembuangan lainnya. Sebaiknya berhenti makan sebelum anda merasa kekenyangan, kira-kira 80% sebelum anda merasa perut penuh.
2. Makan diantara jam makan/ngemil. Makan sebelum makanan sebelumnya selesai dicerna akan sangat mengganggu ritme tubuh. Cairan pencernaan yang belum pulih terisi tidak akan dapat dikeluarkan untuk membantu mencerna makanan, akibatnya akan terjadi indigestion. Makan terlalu larut malam juga mengakibatkan hal yang sama, jadi sebaiknya tidak makan tiga jam sebelum jam tidur.
3. Terlalu banyak mengkonsumsi protein, terutama protein hewani.
4. Terlalu banyak makan makanan olahan yang sudah tidak bergizi dan berakibat buruk bagi tubuh.
5. Kurang minum atau terlalu banyak minum minuman yang bukan air bening seperti soft drink, alkohol, kopi, soda, dll.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
7. Kekurangan lemak esensial.
Apa gejala batu empedu?
Sebagian besar orang tidak merasakan gejala apapun. Sebenarnya bukan tidak ada gejala, namun karena seringkali gejalanya sangat minor dan tidak merasa sakit, atau mungkin juga tidak tahu tanda-tandanya, sehingga kebanyakan orang tidak menyadarinya.
Biasanya gejala itu baru mulai disadari ketika batunya sudah menyumbat saluran empedu.
Gejala yang paling umum adalah:
Biliary colic/ (kolik bilier) menyebabkan nyeri yang sangat pada perut kanan atas karena penyumbatan saluran menuju kantong empedu yang tersumbat secara tiba-tiba.
Ciri-cirinya:
· Sakit terus menerus, bukan hilang timbul.
· Sakitnya bisa hilang dalam waktu 15 menit hingga 4-5 jam, jika lebih lama dari itu artinya telah terjadi komplikasi seperti peradangan kandung empedu (kolesistitis).
· Lokasi sakit berada di sebelah kanan atas perut/abdomen.
Tanda-tanda lain yang mungkin mengindikasikan adanya problem batu empedu:
· Bercak-bercak hitam/ kecoklatan atau tahi lalat di muka.
· Bercak hitam yang bernama ”liver spot” di tangan.
· Ada lapisan putih/ kuning pada pangkal lidah.
· Lidah yang pecah.
· Napas mulut tidak sedap dan sering sendawa.
· Warna, bau, bentuk dari faeces, juga bisa memberikan petunjuk adanya problem di hati dan lain-lain.
Bagaimana pengobatan Batu Empedu ?
Bergantung pada usia dan kesehatan pasien, batu empedu dapat dibiarkan tidak diobati atau dipilih untuk diangkat. Bahas dengan dokter Anda mengenai berbagai opsi yang tersedia untuk kondisi Anda.
Kolesistektomi (pengangkatan batu empedu melalui pembedahan) adalah pengobatan standar untuk batu empedu dalam kantung empedu. Tindakan ini melibatkan sayatan berukuran besar di perut untuk mengangkat batu empedu atau dapat dilakukan secara laparoskopis.
Dalam kasus batu kolesterol berukuran lebih kecil, obat-obatan dapat diresepkan untuk membantu empedu mengencerkan kolesterol berlemak ini. Ini dikenal dengan terapi pengenceran oral.
Apa bahaya batu empedu?
Batu empedu dapat memicu peradangan dan infeksi. Saat keluar dari saluran empedu, batu empedu juga dapat menimbulkan penyumbatan pada saluran lain. Beberapa infeksi yang dapat terjadi antara lain infeksi saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) dan infeksi hati. Batu empedu dengan ukuran kecil, khususnya batu bilirubin, memiliki peluang ke bagian tubuh lain yang lebih besar. Itulah sebabnya batu empedu ukuran kecil dianggap lebih berbahaya dibanding batu empedu ukuran besar. Namun batu empedu ukuran besar secara perlahan akan mengikis dinding kantong empedu dan masuk ke usus halus. Akibatnya akan terjadi penyumbatan pada usus halus.
Bagaimana Cara Mencegah Timbulnya Batu Empedu ?
Cara Mencegah
Timbulnya Batu Empedu:
1. Hindari makanan berlemak tinggi, hindari makan daging, makan lebih banyak sayur dan buah yang kaya akan serat dan bergizi.
2. Makan secukupnya biji-bijian penuh, karena jika kekurangan kalori, juga tidak baik.
3. Hindari susu dan keju.
4. Hindari goreng-gorengan.
5. Hindari makanan yang telah diproses berlebihan, seperti donat, roti putih, gula pasir.
6. Jika anda kegemukan, turunkan berat badan secara bertahap, karena jika berat badan turun terlalu cepat, akan memaksa hati membuang terlalu banyak kolesterol, sehingga akan terbentuk kristal batu.
7. Olahraga teratur dapat mengurangi risiko batu empedu sebanyak 20-40%.
8. Minum air putih yang cukup, sebagaimana telah kami bahas sebelumnya.











